Waspada Berwisata ke Amerika Latin & Karibia, Virus Zika Menghantui

0
704

KARIBIA, test.test.bisniswisata.co.id: Para pelancong yang hobi menyusuri sejumlah wilayah di luar negeri nampaknya harus mewaspadai sejumlah tempat di Amerika Latin dan Karibia. Nyamuk pembawa virus Zika menghantui dan menyebar di sejumlah besar wilayah Amerika Latin dan Karibia.

Seperti dilansir Thomson Reuters Foundation, (24/1/2016), Penyebaran virus Zika berlangsung cepat di wilayah ini. Tercatat 21 negara dan daerah di kawasan ini melaporkan kasus virus Zika.

Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan angka kejadian pada sebulan sebelumnya berdasar data per 21 Januari yang disusun pakar kesehatan dari Pan American Health Organization (PAHO).

PAHO adalah kepanjangan tangan dari Badan Kesehatan PBB, World Health Organization (WHO). “Virus Zika diperkirakan menyebar di seluruh wilayah Amerika Latin dan Karibia,” ujar Marcos Espinal, kepala departemen komunikasi PAHO/WHO kepada Thomson Reuters Foundation dalam sebuah wawancara melalui telepon.

Virus Zika pertama kali diidentifikasi di Uganda pada 1947 dan hingga 2014 masih belum diketahui di kawasan Amerika. Serangan virus ini umumnya bersifat sedang, namun PAHO mengingatkan bahwa serangan ini terkait dengan kasus kerusakan otak pada bayi yang baru lahir di Brazil.

“Terdapat bukti yang kuat dan terus berkembang yang menunjukkan bahwa Zika berperan dalam kasus ini. Meski begitu sejauh ini masih sulit disimpulkan penyebab dan efek yang terjadi,” ujar Espinal dari PAHO.

Akbat wabah Virus Zika, Kepariwisataan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah tampaknya akan terancam. Tiga pelancong dari Inggris yang mengunjungi Amerika Tengah dan Selatan, sepulang dari negara itu didiagnosis terserang virus Zika –yang mengakibatkan cacat otak pada bayi.

Lembaga Kesehatan Inggris pada Sabtu (23/1/2016) mengkonfirmasi hingga 18 Januari, tiga kasus yang berkaitan perjalanan ke Kolombia, Suriname dan Guyana telah didiagnosis di antara pelancong Inggris.

Virus tersebut, katanya, tidak muncul secara alamiah di Inggris; virus itu pertama kali diisolasi dari kera di Hutan Zika di Uganda pada 1947. Gejala serangan virus Zika meliputi demam dengan intensitas rendah, nyeri persendian, radang sendi mata, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri mata.

Para ilmuwan juga percaya penyakit itu berkaitan dengan mikrosefalus, atau otak kecil yang tidak normal, pada bayi. Oleh karena itu, perempuan di Brazil, Kolombia dan El Salvador telah disarankan agar tidak hamil selama berjangkit wabah tersebut, kata Xinhua, Minggu (24/1/2016).

Delapan-belas negara dan wilayah di Amerika telah mengkonfirmasi beberapa kasus, seperti Barbados, Ekuador, Guiana
Prancis, Guatemala, Guyana dan Haiti. Sebagian besar kasus virus Zika menular melalui gigitan nyamuk. Sedikit kasus telah menyebar melalui hubungan seks atau melalui penularan dari ibu ke janin melalui plasenta. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.