Wakatobi Jadi KEK Pariwisata

0
1098
Wakatobi (foto: www.nature.org)

KENDARI, test.test.bisniswisata.co.id: KABUPATEN Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata oleh pemerintah pusat. Dengan status tersebut, seluruh anggaran pengembangan sektor pariwisata di kabupaten itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Kita harapkan dengan dukungan pemerintah pusat itu, berbagai infrastruktur pendukung industri pariwisata terutama sarana transportasi, fasilitas air bersih dan energi listrik bisa segera terbangun. Dengan begitu, Wakatobi sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia akan semakin menarik minat wisatawan untuk berlibur di Wakatobi,” kata Hugua, Bupati Wakatobi seperti dikutitp laman SH.co di Kendari, Rabu (16/9).

Khusus dukungan sarana transportasi udara, Wakatobi saat ini dilayani dua maskapai penerbangan yaitu Wings Air dan Avia Star. Wings Air melayani rute Wakatobi–Kendari setiap hari, sedangkan Avia Star rute Wakatobi-Kendari dan Wakatobi-Baubau sekali seminggu atau setiap hari Rabu. “Dalam waktu dekat, maskapai Garuda Indonesia akan melayani rute penerbangan Wakatobi–Denpasar. Izin operasional rute itu sudah dijanjikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat berkunjung di Wakatobi hari Minggu lalu,” jelas Hugua.

Menurut Hugua, Pemerintah Kabupaten Wakatobi bersama pihak Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia sudah mengajukan permohonan izin pembukaan rute penerbangan Wakatobi-Bali sejak Januari 2015. Namun, hingga Menteri Perhubungan bersama anggota Komisi V DPR kunjungan kerja di Wakatobi, Minggu (13/9) lalu, izin tersebut belum juga terbit. “Kami berharap janji Pak Menteri Perhubungan itu segera diwujudkan sehingga Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia segera melayani rute penerbangan Wakatobi-Bali,” ujar Bupati Hugua.

Menurutnya, jika rute penerbangan Wakatobi-Bali sudah dibuka, maka arus transportasi barang dan jasa di Wakatobi akan semakin lancar. Pada saat yang sama, Wakatobi akan semakin banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik. Kalau wisatawan banyak berkunjung, tingkat kesejahteraan masyarakat setempat pasti semakin membaik dari tahun ke tahun. Sebab, dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata di kawasan Cagar Biosfir Bumi yang sudah diakui oleh Unesco itu, jumlah uang beredar di Wakatobi juga akan meningkat.

Selama ini turis mancanegara yang berlibur di Bali tidak dapat melanjutkan liburan ke Wakatobi akibat transportasi dari Bali menuju Wakatobi sangat sulit. Turis dari Bali yang ingin ke Wakatobi harus terlebih dahulu terbang ke Surabaya atau Jakarta baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Wakatobi. Jumlah turis di Wakatobi pada 2014 sekitar 15.000 orang. Diperkirakan setelah jalur Wakatobi-Bali terbuka, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 30.000 orang per tahun.

Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Wakatobi, Syarifuddin dalam kesempatan terpisah mengatakan peningkatan fasilitas Bandara Matahora memperoleh tambahan dana dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp 70 miliar. Itu dilakukan setelah pemerintah bersama Komisi V DPR menyetujui Bandara Matahora menjadi bandara hub di kawasan timur Indonesia selain Bandara Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

“Oleh karena Bandara Matahora sudah disetujui menjadi bandara hub di KTI, maka panjang landasan pacu bandara ditingkatkan menjadi 2.500 meter dan lebar 45 meter. Saat ini, landasan pacunya baru sepanjang 2.100 meter dengan lebar 30 meter,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.