Wakatobi Gandeng Asita , Gahawisri Bali & Garuda Indonesia

0
858
Bupati Wakatobi paparkan potensi wisata

DENPASAR , test.test.bisniswisata.co.id – Kemudahan aksesibilitas dari dan ke wilayah Wakatobi menjadi kendala utama memasarkan potensi pariwisata ke pasar potensial. Untuk itu Pemkab Wakatobi menjalin kerjasama dengan DPD Asita, DPD Gahawisri Bali dan Garuda Indonesia Bali. Dalam waktu dekat, pemerintah juga membuka kesempatan kerjasama business to business antara pelaku bisnis Wakatobi dan pengusaha Bali di Wakatobi.
Demikian dijelaskan Bupati Wakatobi Ir Hugua, dalam dialog Pemkab Wakatobi dengan jajaran DPD Asita Bali, DPD Gahawisri Bali dan manajemen Garuda Indonesia Bali di Hotel Inna Veteran Bali, Sabtu (23/5). Dialog stake holder pariwisata tersebut membahas penggalangan investasi melalui promosi produk unggulan daerah Wakatobi. Pengembangan kepariwisataan menjadi salah satu program unggulan untuk menarik investor dalam mendukung pembangunan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Hugua mengakui Wakatobi, identik dengan wisata bahari, namun juga memiliki potensi keragaman budaya yang tak kalah menarik untuk memperkaya kasanah kepariwisataan Indonesia. Dilihat dari angka kunjungan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Wakatobi masih berkisar 15 – 20 ribu wismanper tahun.
‘’Mau tidak mau, suka tidak suka, Bali itu ‘’pintu’’ bukan sekadar jendela pajang bagi produk beyond Bali. Sayangnya potensi kepariwisataan Wakatobi, belum dikenal baik kalangan pelaku bisnis di Bali khususnya biro perjalanan wisata anggota Asita Bali,’’ papar Edy Sunyoto, Wakil Ketua bidang Pemsaran Pasar Cina, DPD Asita.

Sinergitas

Hal senada juga dikemukakan Ketua DPD Gahawisri Bali IB Agung Parta, selain kendala akses menuju Wakatobi, anggota Gahawisri perlu keterbukaan informasi hal pengelolaan kawasan. Pasalnya, imej monopoli usaha pariwisata di kawasan Wakatobi sangat kuat menjadikan pengusaha Bali enggan menambahkan Wakatobi kedalam paket berwisata yang dijajakan. Namun kerjasama pelaku binis jasa pariwisata sangat memerlukan dukungan pihak pengelola jasa transportasi udara. ‘’Kita perlu bersinergi antara pemerintah dan pelaku bisnis di Kabupaten Wakatobi dengan anggota Asita, Gahawisri Bali dan pihak Garuda. Selanjutnya dibuka peluang kerjasama dengan operator penerbangan lain,’’ papar Agung Parta.
Masih terbatasnya kemampuan angkut transportasi udara dari Bali – sebagai hub beyond Bali – ke Wakatobi, masuk dalam rencana ekspansi bisnis Garuda Indonesia. Dalam hal ini, jelas GM Garuda Bali, Syamsuddin, Garuda harus mempertimbangkan kekuatan armada yang tersedia. ‘’Kami sudah melayani charter flight dari Bali sesuai permintaan pasar dan dua reguler flight dari Jakarta – Makasar – Kendari – Wakatobi. Penambahan juga memerlukan kelayakan pasar,’’ paparnya.
Wakatobi tidak hanya layak dikunjungi sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya nusantara yang menjadi masa depan kepariwisataan Indonesia. Seperti diketahui wilayah kabupaten baru Wakatobi yang masuk salah satu KSPN (kawasan strategis pariwisata nasional) telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai kawasan biosphere reserve, bagian dari coral triangle centre. Dan bagi kalangan pecinta wisata bahari, Wakatobi adalah hotspot nya marine biodiversity. Kabupaten seluas 19.200 meter persegi ini, 97 persen wilayahnya adalah perairan (marine) dan tiga persen daratan (pulau- pulau kecil) dengan empat pulau utama yaitu P. Wangi- wangi, P Kaledupa, P Tomia dan pulau Binongko. Memiliki satu pelabuhan udara perintis Matahora Airport dengan landasan pacu 1,800 kilometer di P Wangi- wangi. (Dwi/bisniswisata.co@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.