Wajib Rehabilitasi Terumbu Karang Seluas Satu Hektar

0
611

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id,- PELAKU aksi corat- coret (vandalism) terumbu karang diperairan Nusa Penida berinisial PL dan dive master berinisial DS dikenakan sanksi meminta maaf kepada pihak- pihak terkait dan pihak operator usaha selam bersangkutan dikenakan sanksi wajib merehabilitasi terumbu karang seluas satu hektar.

“Operator berinisial QS, wajib melakukan rehabilitasi terumbu karang seluas 1 hektar / 500 bibit karang sebagai bentuk kompensasi dan tanggung jawab dalam pelestarian terumbu karang, di kawasan Nusa Penida. Sesegera mungkin dilaksanakan,” demikian dijelaskan Ketua GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Bali, IB Agung Partha Adnyana usai memediasi pelaku aksi vandalisme terumbu karang, dive master dan operator jasa selam dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Pariwisata Bali.

Aksi vandalisme di bawah air ini mendapat perhatian publik setelah pelaku meng – up load gambar coretannya pada terumbu karang di media sosial. Kalangan pecinta dunia bawah air pun bertanya- tanya lokasi terumbu karang tersebut. Dan pada tanggal 8 September operator selam OK Divers meng up load dua gambar baru, lengkap dengan data kerusakan yang terjadi dan dimana objek tersebut berada. Pada laman FB nya, OK Divers menuliskan:

Where’s the law? Where is the government?

Dear All, today we took these photos of a coral destroyed by careless divers…Like many of you, we believe that their dive guide should have known better than to let them do this and we will try to find out who it was. Nonetheless, the diver has come forward, they are truly sorry. Even though it won’t help the coral, we appreciate their honesty and believe they have learned a lesson they will never forget. We at OK Divers understand better than most, how frustrated many of you are to have seen this, however – we do ask you not to see it as a problem of race, color or nationality and refrain from racist comments and attacks. Instead think of what we all can do to prevent such things from happening and how we can protect the precious underwater world. Thank you all!

Pihak OK Divers juga mengingatkan semua pihak bahwa mencaci maki bukan jalan keluar yang baik, selayaknya pihak- pihak berwenang segera mengambil tindakan atas aksi tidak terpuji yang dilakukan seorang penyelam.

Menanggapi hal tersebut pada 13 September 2016 bertempat di Kantor BPSPL Denpasar,dilaksanakan pertemuan antara pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, Kepala UPTD KKP Nusa Penida. Semua pihak  sepakat mencegah dan mengambil langkah-langkah konstruktif terhadap aksi- aksi yang kurang menguntungkan tersebut.

Pertemuan lanjutan dilaksanakan 15 September 2016, melibatkan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Klungkung, Dinas Pariwisata Bali, Gahawisri Bali, Perkumpulan Penyelam Profesional Bali, PT. Jetwings, Coral Triangle Centre, dan UPTD KKP Nusa Penida. Ketetapan sanksi secara tertulis  kepada pelaku dilakukan pada Senin 19 September bertempat di gedung Bali Tourism Board, Renon.

Pelaku vandalisme dan dive master menandatangi surat pernyataan
Pelaku vandalisme dan dive master menandatangi surat pernyataan

Meski sanksi hanya dengan  memberikan pernyataan resmi tidak akan mengulangi tindakan tersebut dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukan, serta merehabilitasi terumbu karang. Sanksi tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran bagi wisatawan, dive master dan perusahaan jasa wisata diving untuk mematuhi etik berbisnis dan berwisata di bawah air yang berlaku secara internasional.

Dijatuhkannya sanksi tersebut, menurut Ketua Gahawisri Bali yang juga Ketua GIPI Bali menunjukkan bahwa pemerintah, pihak swasta dan wisatawan bertanggungjawab atas lingkungan yang dimanfaatkan untuk berwisata. Penikmat dunia bawah air di Bali diharapkan memiliki komitmen untuk turut serta  menjaga konservasi terumbu karang. Terlebih terumbu karang  di kawasan konservasi.

“Jangan sampai terulang kejadian pencoretan karang, apalagi mematahkan karang. Butuh ratusan tahun agar karang tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi pariwisata. Pencegahan kerusakan, konservasi dan wisata bahari harus berjalan selaras dan sinergis,” tegas Agung Partha. *Dwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.