Virus Zika, Travel Warning ke Singapura Terus Bertambah

0
510
Wisatawan di Singapura

SINGAPURA, test.test.bisniswisata.co.id: Virus Zika menjangkiti Singapura dan kini dihadapkan pada pencegahan penularan virus bersumber dari nyamuk ke negara lain. Pencegahan ini juga bisa saja diikuti dengan kebijakan larangan bepergian atau travel warning dari sebuah negara untuk warga negaranya yang akan ke Singapura.

Kebijakan travel warning tidak dilakukan Malaysia yang merupakan negara tetangga Singapura, karena alasan warga negaranya yang kerap ke negara itu untuk berbisnis.

Wabah Zika ini dikhawatirkan mempengaruhi dunia pariwisata Singapura di mana lebih dari 55 juta orang transit di Bandara Changi, Singapura, setiap tahun. Pada semester pertama tahun ini saja, jumlah turis yang datang ke negeri ini mencapai 8 juta orang atau lebih dari satu juta orang dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Singapura pertama kali melaporkan Zika bisa menular dari daerah setempat pada akhir pekan lalu, dan sejak itu jumlah orang yang positif terinfeksi virus itu meningkat dari hari ke hari. Namun puluhan orang dinyatakan pulih seketika dari virus ini.

Warga Singapura sendiri sigap menanggapi seruan pemerintah dengan berhati-hati saat digigit nyamuk, yang menjadi penyebar virus Zika. Menurut Singapura, kebanyakan yang awalnya terinfeksi adalah para pekerja migran dari daerah anak benua Asia (India, Bangladesh dan Pakistan), yang bekerja di sektor konstruksi dan kelautan.

Zika pertama kali ditemukan di Uganda pada 1947, dan kemudian menciptakan kluster infeksi manusia dari 1960-an sampai 1980-an di Afrika dan Asia. Zika menyebar ke Brasil setelah warga Brasil bepergian ke Asia.

WHO menyebut Zika sebagai darurat kesehatan global karena kaitannya dengan mikrosepali. Di Brasil saja, Zika dikaitkan dengan sekitar 1.800 kasus mikrosepali, demikian Reuters.

Berikut negara-negara yang berlakukan travel warning ke Singapura:

01. Australia

Australia memberlakukan travel warning bagi warganya yang ingin pergi ke Singapura, terutama wanita hamil. Departemen Luar Negeri Australia menyatakan, semua pelancong harus menghindari gigitan nyamuk.

Seperti dilansir Sydney Morning Herald, Departemen Kesehatan Australia meminta agar wanita hamil tidak pergi ke Singapura. Sedangkan wanita yang baru pulang dari Singapura tak boleh merencanakan kehamilan selama dua bulan ketika tiba di Australia.

Australia meminta warga negaranya saat berpergian ke luar menjaga diri dari gigitan nyamuk. Apalagi virus zika bisa menyebabkan kerusakan pada janin. Wanita hamil sebaiknya mendiskusikan rencananya melancong dengan dokternya, bahkan sebaiknya membatalkan perjalanannya ke negara di mana virus zika merebak.

Seperti dilansir Smartraveller.gov.au disebutkan, Pemerintah Australia meminta semua pelancong mencegah dirinya terkana gigitan nyamuk di negara yang terserang zika. Caranya, para pelancong harus memakai baju lengan panjang dan celana panjang, menggunakan obat anti nyamuk seperti losion anti nyamuk, menggunakan sepatu, kaos kaki.

Jika diperlukan, pelancong harus menggunakan insektisida untuk membunuh dan mencegah nyamuk mendekat. Pelancong saat tidur sebaiknya menggunakan kelambu agar tak digigit nyamuk. Tempat tidur sebaiknya juga harus berpendingin udara sebab mampu mengusir nyamuk karena membuat udara di ruangan jauh lebih dingin.

Saat kembali ke Australia, para pelancong sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Wanita hamil usai melancong dari negara yang terkena wabah zika juga wajib memeriksakan diri ke dokter.

Apalagi jika usai melancong mereka merasa tak enak badan. Maka pelancong harus ke dokter dan wajib menceritakan kepada dokternya mereka habis melakukan perjalanan dari negara mana. Ini semua wajib dilakukan untuk mencegah merebaknya virus zika di Australia.

02. Cina

Pemerintah Cina mengeluarkan travel warning bagi penduduknya yang akan pergi ke Singapura. Apalagi terdapat 30 warga Cina yang terserang zika saat berada di Singapura.

Pemerintah Cina juga gencar melakukan inspeksi ke berbagai pelabuhan di Cina untuk mencegah masuknya virus zika. Mereka juga gencar melakukan cek kesehatan di pelabuhan untuk mengkontrol dan mencegah merebaknya virus zika.

Seperti dilansir South China Morning Post, General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine menyatakan, warga Cina yang sudah terlanjur melancong ke Singapura harus memakai baju berwarna terang, memakai baju lengan panjang, memakai celana panjang, memakai losion anti nyamuk, dan memakai kelambu saat tidur.

Pemerintah Cina juga meminta warga Cina di Singapura harus memonitor kesehatannya dan secara teratur pergi ke dokter jika mereka digigit nyamuk dan mengalami gejala terkena virus zika.

Cina juga menawarkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pelancong dari Singapura dan negara-negara lain yang terkena virus zika. Namun pihak yang diperiksa pertama kali adalah warga yang usai melancong dari Singapura dan memeriksa barang-barang yang berasal dari Singapura.

Orang-orang yang mengalami gejala terkena virus zika juga harus melaporkan ke badan karantina saat masuk ke Cina. Sejauh ini, Pemerintah Cina belum mengkonfirmasi jika ada warga Cina yang terserang virus zika dari nyamuk lokal.

Kebanyakan penderita yang berada di Guangdong, Jiangxi, Zhejiang, dan Beijing terserang virus zika saat mereka melancong ke luar negeri.

03. Amerika Serikat

Merebaknya virus zika di Singapura akhirnya membuat Amerika Serikat mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, wanita yang sedang hamil tak boleh pergi ke Singapura.

Namun jika terpaksa harus pergi harus meminta izin dokter terlebih dahulu. Selain itu juga harus melakukan pencegahan diri dari gigitan nyamuk selama berada di Singapura.

CDC juga meminta wanita hamil yang baru saja kembali dari Singapura dan kemungkinan melakukan hubungan seksual di Singapura harus melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah terkena virus zika atau tidak.

Sedangkan wanita yang baru pulang dari Singapura dan ingin merencanakan kehamilan, mereka harus menundannya selama dua bulan. Seperti dilansir Channel News Asia, CDC menekankan bahwa virus zika bisa menular secara seksual sehingga para pelancong dianjurkan untuk bisa menahan diri dari hubungan seksual.

Para pelancong juga diminta oleh CDC menjaga diri agar tak digigit nyamuk selama tiga minggu usai pulang dari Singapura. Ini guna mencegah penularan virus zika dari manusia ke nyamuk yang tak terinfeksi zika.

04. Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) juga mengeluarkan travel warning bagi warganya yang mau ke Singapura. Mereka meminta wanita hamil dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan tak pergi ke Singapura.

Sedangkan wanita yang baru pulang dari Singapura diminta untuk menunda rencana kehamilan selama dua bulan untuk mencegah infeksi virus zika ke janin.

Warga Korsel akan mendapatkan travel warning melalui pesan teks begitu mereka sampai di Singapura. Ini dilakukan supaya warga Korsel menjaga diri dari tertularnya virus zika di Singapura.

05. Taiwan
Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan mengeluarkan travel warning bagi warga Taiwan yang akan pergi ke Singapura. Peringatan bepergian ke Singapura dinaikkan levelnya, dari level satu dinaikkan menjadi level dua.

Wanita hamil diminta tidak boleh pergi ke Singapura. Sedangkan pelancong lainnya diminta menjaga diri semaksimal mungkin agar tak digigit nyamuk selama di Singapura.

06. Hong Kong

Akhirnya Hong Kong ikut mengeluarkan travel warning ke Singapura. Apalagi setelah mengetahui jumlah warga di Singapura yang terinfeksi virus zika terus meningkat.

Biro Keamanan Hong Kong mengeluarkan peringatan dalam tiga lapis. Artinya terdapat beberapa tanda ancaman yang harus diperhatikan oleh pelancong. Mereka harus memonitor situasi dan bersikap hati-hati.

Seperti dilansir South China Morning Post, Juru Bicara Pemerintah Hong Kong mengatakan, travel warning perlu dikeluarkan mengingat banyak warga di Singapura yang menjadi korban merebaknya virus zika.

Menteri Kesehatan Hong Kong Ko Wing Man mengatakan, jika epidemi virus zika semakin stabil dan bisa dikontrol dengan baik oleh Pemerintah Singapura, maka Pemerintah Hong Kong mempertimbangkan akan mencabut travel warning.

Saat ini posisi Pemerintah Hong Kong masih menunggu situasi di Singapura. Rumah sakit pemerintah juga akan bekerjasama dengan Pusat Proteksi Kesehatan untuk melakukan tes serologi atau tes darah bagi wanita hamil untuk mencegah terjadinya infeksi virus zika.

Kepala Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Pemerintah Dominic Tsang Ngai Chong mengatakan, orang-orang yang terkena virus zika namun sudah sembuh hanya bisa diketahui melalui tes serologi.

07. Indonesia

Pemerintah Indonesia mengeluarkan travel advisory atau imbauan bagi warganya agar tidak bepergian ke Singapura. Travel advisory itu dikeluarkan terkait merebaknya virus zika di Singapura belakangan ini, dengan ditemukan 81 kasus Virus Zika menyerang warga Singapura.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya juga menginstruksikan seluruh kantor kesehatan di tiap pelabuhan dan dinas kesehatan seperti di Batam untuk mengawasi penyebaran virus zika. Bahkan kata dia, dalam persoalan tersebut organisasi kesehatan dunia (WHO) juga menerbitkan public health emergency of consult.

Dia mengimbau bagi warga yang terkena demam sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Menurutnya salah satu indikasi orang yang terkena virus zika mengalami demam mirip demam berdarah. “Kita mengeluarkan travel advisory tadi pagi kita komunikasikan dengan Kementerian Luar Negeri karena harus ada advice dari Kementerian Luar Negeri,” ucapnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.