Upacara Adat Seren Taun Diusulkan Jadi Event Wisata

0
712
Upacara adat Seren Tahun (Foto:Kompas.com)

LEBAK, test.test.bisniswisata.co.id: Tradisi upacara adat “Seren Taun” yang digelar di Cisungsang Kabupaten Lebak Banten, diusulkan bisa menjadi event pariwisata skala nasional, bahkan internasional. Juga, menjadiwarisan budaya tak benda. Usulan itu disampaikan Gubernur Banten, Rano Karno kepada Kementrian Pariwisata.

“Kunjungan wisatawan lokal hingga nasional ke acara adat Seren Taun ini, terus meningkat. Saya kaget jika kunjungan warga atau wisatawan ke acara ini selama tujuh hari mencapai 15.000 orang,” kata Gubernur Banten Rano Karno dalam acara ‘Seren Taun, di Cisungsang Lebak, Minggu (28/8).

Gubenur mengajak masyarakat Banten, Dinas Kebudayaan Provinsi Banten serta Kabupaten Lebak, untuk bersama-sama mengawal usulan tersebut agar diakui menjadi warisan budaya tak benda dari Provinsi Banten seperti halnya tradisi adat Seba Baduy, Debus, Cokek dan Rampak.

Bukan hanya itu, kata Gubenur Banten untuk menunjang operasional dan kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan tahunan tersebut, Pemprov Banten pada 2017 akan menganggarkan dalam bentuk bantuan hibah untuk kegiatan ‘Seren Taun’ sebesar Rp 1 miliar. “Nanti kita coba anggarkan untuk tahun depan Rp 1 miliar dalam bentuk hibah, untuk kegiatan ini termasuk sarana umum,” katanya.

Seren Taun merupakan tradisi tahunan masyarakat Kasepuhan Cisungsang di Desa Cisungsang Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak, upacara adat merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekitar dan menandai usai dilaksanakannya musim panen padi oleh masyarakat Cisungsang yang tinggal di wilayah Banten Selatan. Selain warga dari wilayah Kabupaten Lebak, ribuan warga lainnya datang ke kampung tersebut dari sejumlah daerah seperti Bogor, Sukabumi, Jakarta serta dari Serang.

Kegiatan tradisi tersebut juga dihadiri Gubernur Banten Rano Karno, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Banten dan Kabupaten Lebak, Kasepuhan (Ketua Adat) Masyarakat Cisungsang Abah Usep, serta para wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan tradisi tersebut yang rangkaianya sejak 22 Agustus 2016 tersebut.

Upacara adat tersebut diawali dengan iring-iringan perwakilan masyarakat dan petani yang membawa ikatan padi hasil panen tahun ini dengan diiringi musik tradisional kacapi suling serta tabuhan lesung oleh ibu-ibu masyarakat Cisungsang. Iring-iringan pembawa padi tersebut berjalan menuju leuit (lumbung padi) yang ada di depan rumah Kasepuhan yang dinamakan Imah Gede.

Setelah dilakukan ritual adat oleh Ketua Adat (Kasepuhan) masyarakat Cisungsang Abah Usep Suyatma bersama keluarganya. Kemudian ikatan padi hasil panen masyarakat tersebut dimasukan ke dalam ‘Leuit’ tersebut.

Kasepuhan Masyarakat Cisungsang Abah Usep mengatakan, tradisi ‘Seren Taun’ yang dilakukan masyarakat Cisungsang tersebut sudah belangsung sekitar 700 tahun lalu dan dijalankan secara turun-termurun dilakukan setiap tahun. Bahkan, kunjungan warga yang ingin menyaksikan tradisi tersebut setiap tahunnya terus meningkat.

“Dulu disaat para tamu yang datang ke acara ini sekitar seribu sampai tiga ribu orang, kami masih mampu ngasih makan. Sekarang tamu yang datang lebih dari itu, jad kami keteter. Untuk itu perlu dicarikan solusinya seperti apa agar kami juga bisa melayani semua tamu yang datang ke sini, tapi tidak ingin membebani masyarakat di sini,” kata Abah Usep.

Ia mengatakan, tradisi tersebut merupakan bentuk syukur masyarakat Cisungsang atas hasil panen yang diperoleh serta sebagai jembatan silaturahmi antara masyarakat Cisungsang dengan tokoh adat dan Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai sarana rekreasi masyarakat dengan menyuguhkan berbagai hiburan dan kesenian.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini sebagai jembatan silaturahmi antara masyarakat dan Pemerintah Daerah, sehingga bisa terus memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Cisungsang,” kata Abah Usep. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.