Tutup, Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Laut

0
1037
24Jam- Mengistirahatkan landasan pacu.

MANGUPURA, test.test.bisniswisata.co.id – Nyepi menuntut umat belajar dan berusaha mewujudkan suasana kehidupan yang sepi. Sepi dalam arti, tidak ada kegaduhan, tidak ada pertengkaran, tidak ada hiruk pikuk, suasana hidup yang damai, tenang dan bahagia. Kaidah- kaidah itulah yang diwujud nyatakan oleh leluhur umat Hindu dengan prosesi upacara dari upacara makiis, tawur, pengrupukan dan hari ‘’h’’, Nyepi, yang mengandung makna agar umat dapat mencari hal-hal yang sepi di dalam keramaian alami. Demikian disampaikan Ida Peranda Made Gunung dalam surelnya menjawab test.test.bisniswisata.co.id, perihal peringatan Nyepi yang jatuh pada Sabtu 21 Maret esok.

Terkait dengan peringatan Nyepi Tahun Caka 1937, Gubernur Bali melalui surat bernomor 003.2/24986/DPIK tertanggal 17 November 2014 yang ditujukan kepada 41 instansi di tingkat pusat, Bali maupun kabupaten/kota di daerah ini. Meminta perwujudan toleransi Negara atas pelaksanaan Nyepi di Bali. Salah dua dari permintaan tersebut adalah penutupan selama 24 jam pada layanan public bandara Ngurah Raid an pelabuhan laut di Bali dan daerah tetangga Bali.

422 Flight
Saat pelaksanaan Nyepi (Sabtu 21 Maret), sebanyak 422 penerbangan seharusnya dilayani bandara Ngurah Rai. Sejumlah 258 penerbangan reguler domestik dari 10 maskapai nasional dan 164 jadwal penerbangan internasional yang dilayani 23 maskapai penerbangan , tidak beroperasi.

“Penutupan selama 24 jam mulai 21Maret 2015 jam 06:00 Wita, kembali dibuka dan beroperasi seperti biasa pada 22 Maret 2015 jam 06:01 Wita. Dari jadual yang ada, tercatat penerbangan pertama yang akan berangkat dari Bali adalah Garuda Indonesia, GA403 tujuan Cengkareng, sedangkan jalur penerbangan internasional adalah GA0856 tujuan Hongkong, ‘’” jelas I Gusti Ngurah Ardita, Co. General ManagerAngkasa Pura Airports Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Selama pelaksanaan Nyepi semua penerbangandomestik maupun internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertamadari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan ditiadakan,” tambah Ardita.

Berdasarkan jadwal penerbangan reguler dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, tercatat 107 penerbangan milik GarudaIndonesia, 65 penerbangan Air Asia dan 55 penerbangan Lion Air akan tidak beroperasi selama penutupan ini, antara lain tujuan Jakarta, Yogyakarta, Surabaya,Singapura, Perth, Kuala Lumpur dan kota besar lainnya baik di dalam maupun luar negeri.

Di tahun ke 17, penutupan operasional bandara Ngurah Rai dalam rangka peringatan Nyepi, mengacu pada Surat Dirjen Perhubungan Udaranomor AU/2696/DAU/1796/99 tanggal 01 September 1999. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Nyepi di bandara, Angkasa Pura I bekerja sama dengan Air Navigationt anggal 15 Januari 2015 lalu telah mengirimkan NOTAMN (Notice to Airman) nomor A0068/2015 ke maskapai penerbangan dan bandara di seluruh dunia. Hal ini bertujuan agar saat Nyepi para maskapai dapat mengatur atau menjadwal ulang penerbangannya dari dan ke Bali.

Kendati tidak melayani penerbangan berjadwal dan charter, Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap menerima pendaratan yang bersifat darurat. “Tidak beroperasi selama 24 jam, tetapi kami tetap menyiagakan personil untuk mengantisipasi adanya permohonan technical landing atau emergencylanding, termasuk medical evacuation,” jelas Ardita lebih lanjut.

Pelabuhan Juga Ditutup
Selain pintu masuk Bali lewat udara, seperti dilansir laman LKBN Antara Bali, enam pelabuhan laut di Pulau Dewata juga ditutup sementara untuk menghormati umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian.

Istirahat- Perahu, kapal penyeberangan pun istirahat.
Istirahat- Perahu, kapal penyeberangan pun istirahat.

Keenam pelabuhan laut tersebut, di antaranya pelabuhan Gilimanuk, pintu masuk Bali lewat darat dari Pulau Jawa; pelabuhan Padangbai, pintu masuk Bali dari Nusa Tenggara Barat (NTB); dan pelabuhan Benoa di Denpasar yang melayani kapal penumpang dan bongkar muat dari berbagai daerah di Indonesia. Pelabuhan terbesar di Bali itu juga menjadi tempat mangkal ratusan kapal penangkapan ikan milik sejumlah perusahaan yang melakukan aktivitas di perairan bebas.

Sekitar 30 kapal yang selama ini melayani Pelabuhan Gilimanuk untuk menghubungkan transportasi Bali–Jawa dan sebaliknya, juga terpaksa istirahat selama 24 jam saat umat Hindu merayakan Hari Suci Nyepi. Sebanyak 18 unit kapal di Pelabuhan Padangbai yang selama ini melayani penyeberangan Bali–Lombok, NTB, juga tidak beroperasi selama 24 jam, mulai Sabtu (21/3) pukul 06.00 WITA hingga Minggu (22/3) pukul 06.00 WITA.

Selain tiga pelabuhan utama penyeberangan barang dan manusia, penutupan operasional selama 24 jam juga dilakukan di pelabuhan Celukan Bawang. Pelabuhan khusus bongkar muat bahan bangunan berupa kayu dan semen di Kabupaten Buleleng, Bali utara. Pelabuhan Amuk di Kabupaten Karangasem yang khusus melayani kapal pesiar dari mancanegara dan pelabuhan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung tidak beroperasi terkait dengan Hari suci Nyepi. *Dwi/bisniswisata.co@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here