Turis Unggah Video Wisata di Korut, Picu Kontroversi

0
462

PYONGYANG, test.test.bisniswisata.co.id: Tren membuat video blog atau vlog kini makin marak. Banyak yang menggunakannya untuk memperlihatkan kehidupan sehari-hari, juga segudang aktivitas lain. Namun ada pula yang memanfaatkan vlog untuk memamerkan keindahan negara-negara yang ia jelajahi.

Seperti yang dilakukan oleh Louis Cole, travel vlogger yang lebih dikenal dengan akun Fun for Louis di YouTube. Mengutip laman Daily Mail, Ahad (21/08/2016) Cole menunggah video perjalanan yang memicu kontroversi.

Di unggahan videonya yang terakhir, ia menunjukkan keseruannya saat menikmati waktu berliburnya di Korea Utara (Korut) selama sepuluh hari.

Pria berusia 33 tahun tersebut terlihat tengah berselancar di Pyongyang serta berkunjung ke monumen dan bangunan terkenal di sana.

Namun sejumlah orang yang menonton videonya justru melontarkan protes. Mereka menuduh perjalanan Cole ini disponsori oleh pemerintahan Korut, lantaran Cole sama sekali tidak menyinggung perihal pelanggaran hak asasi manusia dan penyiksaan yang terjadi di rezim Kim Jong-Un.

Beberapa orang pun menuduhnya telah menerima bayaran dari Pyongyang untuk membuat propaganda yang baik bagi Korut.

Menanggapi hal tersebut, Cole langsung menunggah video terbaru pada Rabu (17/8) malam, yang berisi penyangkalan terhadap tuduhan yang diberikan padanya.

Dalam video tersebut, sang pria asal Surrey, Inggris, itu berujar bahwa dirinya hanya ingin berbagi pengalaman menyenangkan selama berada Korut. “Saya sudah kenyang dengan segala tuduhan mengenai pembayaran dari pemerintah Korea Utara sebagai alat untuk propaganda,” ujar Cole seraya menegaskan bahwa dirinya tak sedikit pun dibayar oleh pemerintah Korut.

“Saya ingin membuat pernyataan bahwa saya tidak setuju dengan ideologi di Korea Utara, tapi saya peduli dan cinta dengan orang-orang di sana,” tambahnya.

Dia juga berujar bahwa apa yang ia tampilkan dalam video adalah hal-hal positif, seperti bercengkerama dengan orang lokal serta mempelajari kebudayaan Korut.

Namun banyak yang menyesalkan video Cole tidak menampilkan sisi ‘kejam’ Korut. Padahal, Amnesty International memperkirakan terdapat ribuan orang yang telah disiksa di sana. Selain itu, ribuan orang juga kelaparan karena adanya kesalahan pengaturan perekonomian.

Menanggapi itu, Cole mengatakan dirinya bukanlah wartawan investigasi. “Saya tidak mengomentari urusan politik. Ada banyak tempat di internet yang bisa menjawab pertanyaan semacam itu. Saya hanya berbagi apa yang saya alami.”

Tampaknya Cole memang ingin menunjukkan bahwa menjadi turis di Korut sama halnya dengan menjadi turis di negara lain. Meskipun, tetap saja perjalanannya ini dipandu oleh sebuah agensi perjalanan.

Di serial Korut-nya, Cole baru mengunggah satu video saja. Ia masih memiliki tiga stok video seputar destinasi wisata negara komunis ini yang bisa diterbitkan.

Sebelumnya, melansir dari The Guardian, Jacob Laukaitis, yang telah menjelajah lebih dari 50 negara, juga pernah mengunggah video berliburnya di Korut selama tujuh hari. “Anda tidak akan pernah yakin apakah hal-hal yang ada di sini [Korut] dibentuk atau tidak. Karena Anda hanya akan melihat apa yang mereka inginkan untuk Anda lihat,” ujar Laukaitis mengawali videonya.

Sama halnya dengan Cole, Laukaitis juga melakukan perjalanannya dengan bantuan agensi lokal dan menceritakan kisah dalam videonya sesuai apa yang ia rasakan.

“Saya sudah membaca dan menonton film dokumenter tentang negara ini selama beberapa tahun, dan saya tidak mendukung aksi, hukum, dan regulasi mereka,” katanya.

“Apa yang bisa saya tunjukan adalah untuk memperlihatkan kehidupan sehari-hari dari para turis saat berada di Korea Utara, dan saya membiarkan mereka [penonton] untuk menghakimi sendiri apakah hal-hal ini dibentuk atau tidak, jujur atau tidak, baik atau tidak.” sambungnya.(*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.