Tujuh Traveling Kacaukan Hidup

0
611

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: BARU kali ini bepergian jauh? Belum pernah ke luar negeri? Hendak mendamparkan diri di tempat asing? Jangan!

Para penulis di Backpacking4Beginners yang sudah mendatangi 80 negara dan melihat keajaiban di dunia meminta Anda memikirkan ulang.

“Karena traveling akan mengubah kalian,” demikian tertulis di situs, Senin (11/01/2016). Traveling akan mengacaukan hidup dengan cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, “Hingga kau tak akan pernah sama lagi.” Namun jika tetap ingin melihat dunia, perhatikan tujuh alasan berikut mengapa Anda jangan pernah traveling.

01. Ganggu kawan yang tak ikut

Anda tak akan menyadari ini sebelum pergi. Tapi begitu traveling sebentar saja, teman-teman akan mulai memblokir akun Facebook Anda. Walaupun mereka bilang senang melihat Anda bergembira saat liburan, postingan foto-foto cantik Anda itu hanya mengingatkan bahwa mereka tidak ikut traveling. Sikap iri tidak terbatas di media sosial. Bukan hanya melihat perjalanan menakjubkan lewat foto-foto yang Anda posting di Instagram, tapi ketika kembali pulang, mereka terpaksa mendengar semua cerita petualangan keren yang Anda alami sementara mereka bekerja dan menonton sinetron di televisi.

02. Mengubah cara lihat dunia

Saat traveling, Anda serta merta melihat dan mengalami hal baru, hal-hal yang sebelumnya hanya dilihat di televisi, komputer, dan layar ponsel. Anda akan bertemu orang-orang unik dari berbagai latar belakang dan budaya. Anda akan terbelalak melihat banyaknya kebaikan di dunia ini, kontras dengan yang umumnya diberitakan. Karena semua ini, Anda akan mulai berubah begitu memulai perjalanan.

03. Bahayakan diri sendiri

Woi, tahan diri! Masih ingat kan Footloose dan bahayanya terlalu gembira? Kita ada di dunia ini untuk kerja keras, bayar pajak, lalu mati. Bukan hore-hore! Tapi masalahnya, dengan traveling, Anda berpotensi menempatkan diri dalam situasi gembira. Rekomendasinya: bermain aman saja. Tinggal di rumah dan jalani hobi, seperti koleksi kuteks atau mengeluhkan politik.

04. Waktu luang habis

Setelah mencicipi traveling, Anda akan menghabiskan waktu menghayalkan traveling padahal sedang bekerja atau belajar. Racun! Pernah lihat kubikel kawan di kantor penuh dengan foto-foto pantai atau gunung? Ya, mereka sudah pernah jalan. Lihatlah mereka sekarang! Jadi pemimpi dan lari diri dari kenyataan, lebih peduli traveling ketimbang bekerja. Kerja hanya dijadikan cara mengumpulkan uang untuk petualangan seru berikutnya.

05. Kecanduan koleksi benda-benda.

Kartupos dari setiap kota yang dikunjungi, magnet kulkas, bendera mini, emblem, peta, atau snow globe. Ada bahkan yang “koleksi” dengan mengunjungi situs Warisan Dunia dan UNESCO, yang jumlahnya lebih dari 500 situs.

06. Ngiler makanan lezat

Setelah selera terbuka, maka kelezatan kuliner dunia jadi susah dilupakan. Hasilnya, akan ada momen tak terduga, seperti tiba-tiba ngidam pangsit kukus yang pernah Anda makan saat ke Tiongkok. Atau pizza enak yang pernah disantap di Napoli, Italia, tempat lahirnya pizza. Belum lagi kari lezat yang dimakan di tepi sungai Gangga di Varanasi, India, salah satu kota tertua dunia. Percayalah, kenangan akan makanan-makanan ini akan menghantui seumur hidup. Membuat air liur mengalir tiap kali terlintas aroma serupa. Dan jika dibandingkan dengan menu yang sama yang ada di tempat tinggal Anda, pasti rasanya jauh sekali dari standar yang Anda ingat.

07. Ingin traveling selamanya

Ya, Anda akan gembira dan kagum dengan semua yang sudah Anda alami. Lalu pemikiran ini akan muncul: “Masih terlalu banyak yang harus dilihat! Saya musti lihat SEMUANYA!” Artinya sudah terlambat. Racun jalan-jalan sudah masuk ke dalam tubuh, dan tak mungkin lagi disingkirkan. (*/c)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here