TTC Travel Mart Nusantara siapkan masyarakat liburan akhir tahun

0
957

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: TTC Travel Mart Nusantara, satu-satunya travel mart independen yang diselenggarakan swasta kembali di gelar di Hotel Redtop, Jakarta selama sehari pada 3 November 2014 melibatkan sedikitnya 70 seller yang menjual produk dan paket wisata di tanah air.

“Menyambut libur sekolah, Libur Natal 2014 dan menyambut Tahun Baru 2015, kami ingin mengajak kalangan industri pariwisata menyiapkan liburan menarik bagi masyarakat sehingga terjadi pergerakan wisata di dalam negri, di samping kami menjaring inbound, mendatangkan wisatawan asing ke destinasi wisata di tanah air,” kata Tedjo Iskandar, Managing Director TTC Destination Networking, penyelenggara kegiatan regular ini.

Setiap tahun, ujarnya , pihaknya menyelenggarakan TTC Travel Mart Nusantara minimal sebanyak dua kali di dua kota yang berbeda. Pihaknya juga pernah menyelenggarakan tiga kali setahun di Jakarta, Surabaya dan Medan tergantung permintaan. Begitu juga dengan penyelenggaraan TTC Travel Mart yang mempertemukan penjual (seller) dan pembeli (buyer) dari dalam dan luar negri yang sejauh ini sudah diselenggarakan sebanyak 20 kali.

TTC Travel Mart Nusantara sendiri baru pertama kali di gelar tahun 2010 di Hotel Le Grandeur, Mangga Dua, Jakarta yang langsung mendapat respon tinggi dari kalangan industri wisata seperti Travel Agent, Hotel, Tourist Attraction, Airlines, Transportation, Asuransi, Badan Promosi Pariwisata, penyewaan kendaraan serta mitra pendukung pariwisata lainnya.

“Kali ini sedikitnya 70 seller berpartisipasi dalam TTC Travel Mart Nusantara 2014 dimana di bursa wisata ini kami menjalankan konsep ”Buyer Meet Seller “ dengan konsep informal table top. Kami memberikan kebebasan buyer untuk mengunjungi seller tanpa perlu adanya appointment. Kamipun tidak membatasi waktu tergantung dari negosiasi yang terjadi. Buyer selain dari Indonesia juga datang dari mancanegara,” kata Tedjo Iskandar.

Konsep inilah yang membuat setiap kali diselenggarakan mart, pihaknya terpaksa membatasi jumlah peserta karena membludaknya permintaan. Bagi kalangan industri wisata orientasi hasil yang mereka peroleh dari pertemuan berkualitas adalah pertemuan bisnis yang efektif dan efisien. Menurut Tedjo, komitmen atau hasil transaksi yang tercipta dari pertemuan dari Buyer Meet Seller bisa miliaran rupiah yang mampu menggerakan pergerakan wisatawan nusantara dan uang beredar tetap di tanah air.

“ Bagi saya pribadi dengan berkumpulnya para pengusaha kecil, menengah dan usaha besar dalam satu atap memberikan suatu pembelajaran dengan biaya terjangkau. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk ikut bursa wisata di tingkat Asean saja misalnya seperti Asean Tourism Forum ( ATF) yang juga mempertemukan Buyer Meet Seller di kawasan negara Asean,” jelasnya.

Pihaknya mengundang buyer sebanyak mungkin melalui TTC networking dan Facebook. Terutama untuk divisi Inbound, Domestik, Package Tour dan Hotel. Sebagai penggagas sekaligus CEO TTC Destination Networking, Tedjo berharap kegiatan bursa wisata regulernya ini dapat berkontribusi bagi pengembangan pariwisata di tanah air.

“Setelah seharian padat acara bisnis, sore hingga malam harinya kami menyelenggarakan acara hiburan bagi para peserta yang memungkinkan mereka untuk mengenal lebih jauh keunggulan produk wisata dan mendapatkan lebih banyak komitmen bisnis,” tandasnya. (hilda sabri @yahoo.com).

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.