TTC Travel Mart Nusantara jarring 85 seller dan 300 buyer

0
1172
Tedjo Iskandar tengah membuka kegiatan TTC Travel Mart Nusantara 2014

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kegiatan TTC Travel Mart Nusantara dibuka dengan 85 peserta dari kalangan industri wisata di tanah air dan 300 buyer dari dalam dan luar negeri. Bursa wisata independen yang diselenggarakan TTC Destination Networking selama satu hari penuh.

“Manfaatkan waktu sehari penuh ini sebaik-baiknya, kami tidak membatasi waktu pertemuan antara buyer dan seller dan setelah acara resmi kami sediakan pula acara gathering untuk lebih memperkuat komitmen bisni, “ ungkap Tedjo Iskandar, Managing Director TTC Destination Networking, hari ini

Para seller yang datang dari berbagai daerah antusias mengikuti dua sesi pertemuan seller meet buyer dan optimistis bursa wisata ini dapat meningkatkan pencitraan produk perusahaan yang diwakilinya, selain juga memberikan informasi tebaru.

TTC1

Cok Ngurah Swastika, MICE Manager Hotel Kuta Central Park mengatakan antusias mengikuti kegiatan ini untuk mempromosikan hotelnya di kalangan industri wisata. Hotel bintang empat kawasan Patih Jelantik, Kuta, Bali ini mengatakan selain harga booth yang terjangkau pihaknya dapat bertemu dengan berbagai kalangan industri wisata dari sesame hotel, travel agent, whole seller, transportasi dan lainnya dalam satu atap.

“Hotel kami lokasinya di sentral artinya bisa diakses dari manapun sehingga keunggulan akses ini yang menjadi pilihan banyak perusahaan untuk membuat corporate event di Bali. Selain memiliki 225 kamar, variasi dan kapasitas ruangan-ruangan rapat kami juga beragam dari 10-240 orang,” kata Cok Ngurah Swastika.

Pihaknya juga kerap menjadi pilihan bagi pasangan yang merayakan pesta pernikahan secara private dengan tamu terbatas hingga 100 orang dengan beragam konsep sesuai permintaan. Pelayanan dan kesuksesan pesta yang menyebar dari mulut ke mulut membuat hotel di tengah kota ini mampu bersaing dengan resort hotel dengan pantai indah yang romantis

Keinginan menjaring lebih banyak menjaring wisatawan domestik menjadi target Arya Wiraguna, Sales & Marketing Manager Bali Khama Beach Resort di Tanjung Benoa, Bali. Hotel yang lokasinya dekat dengan kawasan Nusa Dua ini tamu-tamunya terbanyak adalah grup wisatawan dari Perancis dan Belanda.

IMG_20141103_132656

“Kami boutique hotel dengan 60 kamar yang punya keunggulan lokasi hotel ditepi pantai, tenang dan cocok bagi para honeymooner terutama dari Eropa, Australia dan Korea. Melalui TTC Travel Mart Nusantara ini kami justru ingin menjaring lebih banyak wisatawan domestik karena itu pertemuan dengan whole seller dan travel agent di ajang bursa wisata ini sangat penting,” kata Arya.

Baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, Arya mengaku dapat memperluas jejaring sesama kalangan industri wisata dan dapat menindak lanjuti pertemuan untuk mengemas paket-paket liburan dan akhir pekan bagi wisatawan domestik. Keunggulan yang ditawarkannya adalah kolam renang khusus di tiap villa sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman bagi tamu termasuk keluarga Indonesia.

“jadi pada kesempatan ini kita memberikan informasi terbaru (up date) mengenai fasilitas hotel dan produk yang ditawarkan sehingga akan mempermudah rekan-rekan whole seller dan travel agent untuk membantu memasarkan dan mengemas paket-paket wisatanya dengan menggunakan hotel kami sebagai akomodasi tamu-tamunya,” kata Arya.

Ain Hussin, buyer asal Malaysia mengatakan pihaknya juga senang mengikuti bursa wisata ini karena selain bisa bersilaturahmi dengan rekan-rekannya dari kalangan travel agent Indonesia, dia punya kesempatan bertemu dengan mitra-mitra baru.

“Sejak 2006 saya banyak membawa wisatawan Malaysia ke Indonesia dan sudah delapan kali ikut TTC Travel Mart. Tapi untuk event bertema Nusantara baru pertama kali ini ikut. Karena paket wisata yang saya tawarkan tailor made maka saya perlu benar-benar menyeleksi travel agent maupun perhotelan yang bisa menjadi mitra,” kata pemilik Aura Empire Holidays, Kuala Lumpur.

IMG_20141103_132816

Ibu empat anak ini membuat paket-paket wisata yang unik dan lebih paket incentive yang menggabungkan kegiatan meeting dan wisata dengan program-program tak terlupakan. Dia, misalnya membuat peserta tournya harus mengikuti petunjuk, membelanjakan uang dan berfoto dengan petugas yang harus ditemui.

“Mirip-mirip program Amazing race seperti tayangan di TV atau lain waktu saya bawa semua peserta ke desa seperti kegiatan Hash house harrier tapi intinya sih mereka berwisata mengeksplore alam. Bagi saya yang tukang memerintah, kreativitas dalam membuat paket wisata sangat penting. Untungnya dari pengalaman ikut TTC Travel Mart saya bisa berjodoh menemukan mitra yang mampu mewujudkan kreasi saya,” kata Ain yang berpenampilan kostum baju kurung Malaysia .

Pasar wisatawan domestik juga menjadi target Lila Sarjono, Public relations Alia Travelsense dari kawasan Jimbaran Bali. Lila mengatakan pihaknya berpartisipasi karena TTC Travel Mart Nusantara ini ajang yang efektif yang mempertemukan seller dan buyer produk wisata.

“Jauh-jauh datang dari Pulau Bali tentunya karena sebagai peserta kami merasakan manfaat sehingga dapat memperkuat jejaring dengan sesama industri wisata. Selama ini kami banyak melayani tamu dari Malaysia dan juga paket untuk keluarga,” kata Lila didampingi Deafry Zakky sambil menunjukkan semua materi promosinya seperti brosur sudah nyaris habis dibagikan di sesi pertama pagi.

Sementara itu Zulfikri dari White Horse, perusahaan transportasi dari Panorama Grup mengatakan hingga sesi ke dua di sore hari, pihaknya mendapatkan komitmen bisnis sedikitnya dari lima perusahaan dari Tasik Malaya, Bandung dan kota-kota lain.

“Mereka mempercayakan transportasi daratnya di Jakarta pada kami dan saya senang karena buyer yang datang umumnya sudah siap berbisnis sehingga dari segi kualitas pertemuan event ini bermanfaat dalam hal bisnis juga memperluas networking.

Hal yang sama diungkapkan Nyoman Erwinawati yang juga hadir dari Bali sebagai buyer, ajang bursa wisata ini memberikan peluang untuk mendapatkan lebih banyak klien karena Jakarta tetap pasar korporasi yang besar untuk bisnisnya.

“Bali itu di luar agenda-agenda MICE bertaraf internasional sebenarnya sepi, kompetisinya keras baik di bidang biro perjalanan apalagi perhotelan. Jadi tidak heran kalau kami ramai-ramai datang membidik sasaran di TTC Travel Mart Nusantara ini,” ucapnya serius. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.