TTC Travel Mart 2015:Negara-negara  dari long haul market tawarkan paket liburan sekolah

0
1673

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:  Para Seller atau penjual produk wisata  dari Peru, Israel, Jordania dan Amerika Serikat yang tergolong pasar long haul market  kembali meramaikan TTC Travel Mart, satu-satunya travel mart independen yang diselenggarakan swasta untuk mempromosikan paket-paket liburan sekolah tahun 2015 ini.

“Penyelenggaraan kali ini  ke 22 yang kami gelar sejak  2005 dan data hingga 12 Maret lalu untuk kegiatan di Jakarta, Senin 16 Maret 2015 akan  melibatkan 180 seller dan di Hotel JW Marriot, Surabaya peserta mencapai 160 seller,” kata Tedjo Iskandar, pendiri TTC Travel Mart, hari ini.

Setiap kali mengadakan travel mart yang bersifat independent ini pihaknya kewalahan menghadapi jumlah peserta karena setiap tahun perusahaan  yang sama kembali berpartisipasi. Tour operator seperti Janesak Tours & Travel dari Thailand misalnya, dari 22 kali penyelenggaraan sejak awal hingga sekarang tidak pernah absen.

“ TTC Travel Mart berusaha mengajak sebanyak mungkin mitra luar negeri dengan destinasi yang baru untuk meramaikan travel mart ini. Kali ini seller ada yang datang langsung dari Peru diwakili Condor Travel,” kata Tedjo yang menjadi ketua penyelenggara sekaligus CEO TTC Destination Networking.

Selain itu Amerika Serikat, Mesir, Israel, Jordania dan negara-negara Eropa Timur lainnya juga tetap setia hadir di bursa wisata ini meskipun paket-paket wisata yang ditawarkan tergolong long haul market, dimana untuk mencapai destinasi yang dituju membutuhkan perjalanan panjang hampir satu hari penuh

Di ajang TTC Travel Market ini para seller yang umumnya dari mancanegara bertemu dengan para buyer dari Indonesia yang menjual paket wisata pada masyarakat dengan jenis paket yang sangat bervariasi. September tahun lalu, total jumlah peserta yang melakukan komitmen bisnis di ajang table top mencapai 850 orang.

Sedikitnya ada 10 perusahaan dari Indonesia yang ikut menjadi individual seller dan konsorsium seller yang yang dilakukan para pelaku industri dimana pengelola hotel, travel agent dan pengelola obyek wisata bergabung seperti dari Bintan, Bali, Bandung dan Lombok.

Booth portal berita wisata www.test.test.bisniswisata.co.id yang hadir pada TTC Travel Mart tahun lalu ( foto Hilda Sabri Sulistyo)
Booth portal berita wisata www.test.test.bisniswisata.co.id yang hadir pada TTC Travel Mart tahun lalu ( foto Hilda Sabri Sulistyo)

Badan Promosi Pariwisata Asing juga tidak melewatkan acara ini dan diantara peserta adalah  Japan National Tourism Organization, Korea Tourism Organization, Macau Government Tourist Office, Philippines Department of Tourism dan Tourism New Zealand. Liburan sekolah yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia membuat negara ini merupakan pasar yang besar bagi badan pariwisata asing itu. Apalagi tahun lalu sedikitnya 7,8 juta wisatawan Indonesia berwisata ke luar negri.

Handayani, Direktur Niaga PT Garuda Indonesia mengatakan kalau dulu para ibu dinilai merupakan sosok yang paling menentukan untuk tujuan wisata keluarga. Maka kini anak-anaklah terutama para remaja yang menjadi penentu dalam memilih kemana menghabiskan liburan sekolah Juli mendatang atau di akhir tahun.

“Pengalaman dari anak saya yang remaja, pengetahuan mereka tentang destinasi yang di tuju dan tempat-tempat mana yang akan dituju mengalahkan rute-rute konvensional yang ditawarkan travel biro karena anak-anak bisa browsing lewat internet dan mendengarkan pengalaman teman-temannya yang sudah lebih dulu berkunjung. Orangtua akhirnya mengalah dan ikut program yang dipilih anaknya,” kata Handayani di suatu seminar pekan lalu.

Tedjo Iskandar berharap kegiatan yang berlangsung satu hari bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku wisata karena bertemu dengan seller asing dalam satu atap memberikan kemudahan dalam memasarkan jasa-jasa pariwisata yang diunggulkan perusahaan.

Kegiatan yang rutin diselenggarakan dua kali dalam setahun ini terbukti efektif dan efisien bagi para pelaku wisata ketimbang mengikuti travel mart regular di luar negri seperti dikawasan Asean, Asia bahkan Asia Pasifik karena selain harus mengeluarkan biaya perjalanan dan biaya hidup juga harus mendekorasi booth semaksimal mungkin dengan biaya yang juga sangat mahal.

Sementara di TTC Travel Mart, pihak penyelenggara telah menyiapkan booth untuk bertemu dengan buyer serta mengadakan malam keakraban dimana para peserta dapat melanjutkan negoisasinya secara informal. “Paket wisata yang ditawarkan peserta bukan hanya membidik liburan sekolah, tapi juga wisata petualangan, wisata religi umat kristiani, Hindu, Budha maupun paket wisata umroh plus sambil wisata ke negara lain di Turki, Mesir, Jordan,” tutup  Tedjo.(hildasabri@yahoo.com)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.