Travelport: Industri Pariwisata Harus Bertransformasi Digital Traveling

0
382
Digital Traveling

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Agus Santoso, Vice President Travelport Indonesia menyarankan para industri maupun pelaku bisnis pariwisata Indonesia segera mengubah haluan, harus bertransformasi menuju platform digital traveling. Mengingat, para travelers atau pelancong zaman now terus bergerak cepat beralih ke digital lifestyle untuk merencanakan perjalanan ke dalam dan luar negeri.

Ketika gaya hidup berubah, model bisnis pariwisata pun harus ikut berubah. “Kalau menunggu dan tidak berubah pasti akan ditinggalkan travelers. Jadi jika ingin winning the future customers, ya harus mengikuti perkembangan tren yang ada,” komentar Agus Santoso kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Generasi now, lanjut dia, sulit untuk meninggalkan ponsel, gadget atau internet. Karena segala informasi ada didalamnya, termasuk perjalanan wisata. Sehingga bagi traveler, ponsel menjadi media paling simpel, praktis, bahkan cepat untuk memesan tiket pesawat maupun hotel secara online hingga mendapatkan informasi banyak tentang destinasi wisata yang akan dikunjunginya, bahkan info kuliner pun mudah didapat.

“Sesampai di destinasi wisata yang diinginkan, kemudian mengabadikan foto atau video lantas di upload di media sosial yang dimilikinya. Tujuannya agar aktifitas traveling diketaui teman, sahabat, hingga keluarga. Mereka pun puas,” paparnya.

Hal itu juga tercermin dari hasil survey Travelport terhadap wisatawan global berdasarkan penggunaan berbagai perangkat yang terhubung secara daring, teknologi mobile dan digital. Survei dilakukan terhadap 11.000 responden dari 19 negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Ini survey pertama kali yang dilakukan Travelport. Tujuannya untuk menyoroti kebiasaan traveler sebelum melakukan perjalanan wisata, juga tentang bagaimana cara memesan tiket pesawat, hotel hingga persewaan kendaraan, juga apa yang dicari selama berwisata. Survey ini sangat penting bagi industri pariwisata untuk mengambil kebijakan ke depannya,” jelasnya.

Dilanjutkan, ternyata hasil survei wisatawan global tersebut dilakukan terhadap mereka yang tahun lalu setidaknya melakukan minimal satu kali perjalanan pulang-pergi menggunakan moda transportasi udara. Hal itu terkait dengan penggunaan alat digital saat merencanakan, memesan, dan melakukan perjalanan.

“Yang menggembirakan hasil survey, India menempati urutan teratas, disusul Tiongkok dan Indonesia berada di puncak klasemen sebagai negara dengan pelancong paling bergantung pada alat digital di seluruh dunia. Indonesia bahkan unggul dari Amerika Serikat (peringkat 11), Inggris (peringkat 17) dan Jerman (peringkat 19) yang selama ini dikenal sebagai negara dengan teknologi maju,” katanya

Survei mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia sangat menyukai dan menghargai pengalaman digital yang baik, yang disediakan oleh maskapai penerbangan. Hal tersebut menunjukkan kegemaran dan kecenderungan wisatawan Indonesia menggunakan alat digital di setiap bagian dan proses ketika mereka melakukan perjalanan.

Dimulai dari saat merencanakan perjalanan, wisatawan Indonesia menyukai kegiatan penelitian untuk membuat rencana perjalanan. Dalam proses ini, sebanyak 93% turis Indonesia menggunakan referensi video dan foto dari media sosial. Ini di atas rata Asia Pasifik sebesar 76%. “Lalu, 71% menggunakan pencarian suara atau voice search (kedua setelah Tiongkok di 72%), sedangkan 84% masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalan profesional,” sambungnya.

Kemudian, saat memesan perjalanan, 68% pelancong Indonesia memesan perjalanan mereka melalui smartphone, atau tertinggi di seluruh dunia. Adapun 43% merasa frustasi karena harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah.

Saat dalam perjalanan pun wisatawan Indonesia sangat digital minded. Buktinya, 80% mengatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah dan 84% merasa penting untuk dapat tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian.

Begitu juga ketika sudah di tempat tujuan, 64% pelancong bisnis menghargai layanan concierge di smartphone, sedangkan 83% menghargai waktu untuk diri mereka sendiri selama dalam perjalanan bisnis. ” Jadi hasil survey ini menunjukkan betapa pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan,” tambahnya.

Agus menambahkan dipilihnya Indonesia dalam survey ini, karena wisatawan asal Indonesia yang berwisata ke dalam maupun luar negeri jumlahnya semakin banyak. Selain itu, masyarakat Indonesia kini lebih suka melakukan perjalanan wisata sejalan dengan peningakatan pendapatan ekonominya dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami grafik kenaikan yang menggembirakan.

Travelport adalah penyedia content untuk reservasi perjalanan wisata ke penjuru dunia melalui pesawat udara, juga melayani reservasi hotel di penjuru dunia serta car rental di berbagai destinasi wisata dunia. “Sebagai perusahaan teknologi dan pemimpin dunia dalam digital dan mobile, platform travelport siap mendukung pertumbuhan digital industri wisata di Indonesia,” tutupnya. (NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.