Travel Warning Belum Dicabut, Garuda Susah Terbangi China

0
280
Garuda Indonesia (Foto: Repro Google)

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia mendesak pemerintah agar meyakinkan negara lain bahwa kondisi di Bali saat ini sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi pasca erupsi Gunung Agung. Sehingga, negara lain bisa mencabut peringatan perjalanan (travel warning) ke Bali, dan nantinya maskapai pelat merah itu bisa kembali mengoperasikan rute internasional.

“Khususnya di China. Karena China ini merupakan pasar yang cukup besar dan saat ini terdapat travel warning sehingga susah terbangi China. Kami berharap ini (cabut travel warning) bisa diperjuangkan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Mantan Direktur Keuangan Bank Mandiri ini mengungkapkan, ada penurunan jumlah penumpang internasional sebesar 10 persen sampai 15 persen akibat erupsi Gunung Agung. Sayangnya dia tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah penurunan penumpang intenasional.

“Sebetulnya kalau kami lihat dari perjalanan ke Jakarta-Denpasar demand-nya cukup baik, tetapi justru inbound dari negara lain khususnya China yang kami lihat turun,” jelas dia.

Meski demikian, Pahala telah menyiapkan antisipasi jika terjadi lonjakan penumpang jika travel warning dari negara lain dicabut. Salah satunya dengan menggunakan pesawat berbadan lebar dengan seperti Boeing 777-300ER dengan kapasitas 314 kursi dan 393 kursi, Airbus A330-300 dengan kapasitas 251 kursi, 287 kursi, dan 360 kursi.

“Kalau ada penutupan bandara atau ada disrupsi lainnya, kami juga sudah menyiapkan program-program. Sehingga tidak berpengaruh terhadap penumpang dengan berkoordinasi dengan transportasi lain di Bali. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” pungkas dia seperti dikutip laman Kompas.com. (KMP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.