Trashion, Busana Sampah Laut Kreasi Marina DeBris

0
553
busana kreasi Marina DeBris

SYDNEY, test.test.bisniswisata.co.id: Sekilas busana kreasi Marina DeBris tampak ‘baru’ dan meriah dengan warna-warni mencolok. Namun begitu diperhatikan lebih detail, baru lah terlihat material yang digunakan ternyata tidak biasa: sampah.

Dengan penuh kreativitas, sang seniman asal Sydney, Australia, merancang busana dari sampah macam tempat makan styrofoam, jala ikan, kantong kemasan camilan. Ia mengaku memang sengaja memungut sampah yang ia temukan di laut kemudian merangkainya menjadi busana wanita, juga pria.

Marina melakukan ‘keisengan’ kal ini bukannya tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kampanye mengenai pencemaran laut. Marina berharap, melalui karyanya tersebut, ia bisa menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa, “Limbah yang kita buang akan terus datang kembali untuk menghantui kita.”

Dikutip dari laman The Guardian, Selasa (13/09/2016), busana sampah kreasi Marina mencuri perhatian para pengunjung Pantai Bondi, New South Wales, kala diperagakan oleh sejumlah model di Festival of the Winds. Para model bergaya di pantai, juga kapal yang berlabuh, untuk sesi pemotretan.

Salah satu yang menarik adalah busana yang digunakan oleh Nana Ghana dengan judul Cuidado. Dalam bahasa Spanyol, Cuidado berarti ‘hati-hati.’ Berbentuk gaun rumbai, busana dibuat dari tumpukan police line bertuliskan ‘cuidado’ dan ‘caution,’ yang dipulung di pantai di Los Angeles.

Ada pula gaun mini dari sampah bola tenis dan kantong kemasan camilan yang antara lain dipulung di pantai dan taman di Sydney. Busana itu dikenakan oleh Denisa Strakova di Pantai Tamarama, Sydney. Lainnya, gaun putih gading dari jala ikan yang diperoleh Marina dari Kapten Charles Moore.

Marina juga memamerikan gaun putih lain, bertajuk Takeaway Queen. Ia merancang busana ini dari sampah styrofoam, macam gelas dan piring, seakan-akan menyindir masyarakat yang sering menggunakan kemasan makanan berbahan styrofoam, dan membuangnya sembarangan.

Sentuhan warna-warni pun diberikan oleh Marina melalui kostumnya yang terbuat dari pemantik api, sedotan, sendok dan garpu plastik, serta tutup botol. Selain menjadi gaun nan apik, ia juga mengkreasikan sampah tersebut menjadi aksesori kalung penuh gaya.

Gagasan Marina membuat busana sampah bukan lah yang pertama. Sebelumnya, aktris Emma Watson mengenakan busana hasil daur ulang limbah botol plastik saat menghadiri Met Gala, beberapa waktu lalu. Busana hitam putih nan anggun itu kreasi Calvin Klein dan Eco Age.

“Plastik adalah polutan terbesar di planet Bumi,” tulis Emma di akun Facebook seraya menegaskan bahwa kekuatan kreativitas, teknologi dan fesyen bisa disatupadukan untuk mengkreasikan ulang sampah menjadi gaun untuk acara sekaliber Met Gala. (*/CO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.