Transaksi Wisata Balai Kota Rencana Pakai Voucher

0
667
Turis lokal marakkan wisata Balai Kota Jakarta

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: WISATA balai kota semakin dibanjiri wisatawan. Balai Kota DKI mulai dibuka untuk wisata secara gratis, yang hanya dibuka setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu mulai pukul 10.00 hingga 17.00 untuk kunjungan di area dalam ruangan dan pukul 10.00 hingga 20.00 untuk area luar.

Di dalam ruangan, wisatawan akan diajak ke Balai Agung. Pengunjung akan ditunjukkan tayangan seputar Jakarta dan konsep Smart City. Sedangkan di luar ruangan, pengunjung bisa menikmati aneka kuliner juga pertunjukan musik.

Para pengunjung dapat membeli berbagai jenis buah tangan dan kerajinan khas Jakarta di stan milik Dewan Kerajinan Nasional Daerah DKI Jakarta yang terletak di Gedung Blok G Balai Kota.

Memang dibukanya Balai Kota sebagai tempat wisata umum merupakan wujud terbukanya Pemerintah Provinsi DKI mengajak peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan di Ibu Kota.

Semakin ramainya wisatawan lokal dan nasional yang datang, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta kini mencari pola untuk menerapkan sistem transaksi non cash‎ terhadap para pedagang binaan yang membuka stan di Wisata Balai Kota.

“Ke depan kita memang ada rencana terapkan transaksi non cash dengan menggunakan voucher‎ bagi pedagang Wisata Balai Kota. Saat ini kita masih mencari polanya, dan terus masih dikaji,” kata Sri Endang Purwati, Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas KUMKMP DKI di Balai Kota, Sabtu (17/10).

‎Penerapan sistem transaksi non cash sementara ini masih dikoordinasikan bersama dengan sejumlah bank, termasuk Bank DKI. Rapat koordinasi tersebut juga melibatkan Biro Keuangan Sekretariat DKI dan praktisi perbankan yang ahli dalam masalah keuangan.

‎”Kita masih mencari pola yang sesuai. Waktu itu sudah ada rapat koordinasi yang dipimpin Biro Keuangan, Bank DKI juga diundang, tapi belum sepakat kapan dilaksanakan,” ujar Sri.

‎Sistem transaksi non cash yang akan diterapkan kepada pedagang di Wisata Balai Kota nantinya menggunakan sistem voucher seperti di Lenggang Jakarta. Sejumlah fasilitas yang perlu disiapkan diantaranya alat Elektronik Data Capture (EDC). “‎Nanti disiapin mesin EDC seperti di Lenggang Jakarta. Jadi pengunjung Wisata Balai Kota belanja dengan voucher,” tandas Sri. (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here