Transaksi Sales Mission Diving Tiongkok 2016 Berpotensi Capai Rp 2,6 Miliar

0
444

 I Gede Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar gencar jaring wisatawan minat khusus China. (Foto: dok FB I Gede Pitana)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia berpotensi menjaring devisa dari wisatawan China dengan wisata minat khusus selam ( diving) sebesar US$200.000 atau setara dengan Rp 2,6 miliar, ungkap I Gede Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar.

“Ini menunjukan peluang menarik lebih banyak wisatawan yang memiliki minat khusus wisata diving untuk datang ke Indonesia cukup besar usai menggelar Sales Mission Diving 2016 yang kami selenggarakan di tiga kota pada 27-31 Agustus 2016 lalu,” ujarnya hari ini (16/9).

I Gede Pitana menambahkan bahwa promosi rutin dan informasi yang tepat sasaran terus dilakukan, apalagi masih sedikit wisatawan Tiongkok yang mengetahui spot-spot diving di Indonesia.

Kemenpar di dampingi Gunawan Tjipto Adji selaku narasumber dan sekaligus Anggota Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar melakukan roadshow di tiga kota yaitu Dalian, Qingdao dan Beijing. Kegiatan ini menindaklanjuti sales mission sebelumnya yang dilaksanakan di kota Tianjin, Chongqing, Shanghai pada Maret lalu

Sales Mission merupakan salah satu strategi promosi unggulan menarik kunjungan wisatawan mancanegara untuk tercapainya target kunjungan 20 juta wisman pada 2019.

“Pasar China begitu penting bagi Indonesia, karena selain merupakan salah satu fokus pasar pariwisata, juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam menyumbang kunjungan wisman ke Indonesia,”

Dijelaskan oleh Pitana, bahwa Sales Mission Diving Tiongkok 2016 merupakan kegiatan promosi Business to Business ( B2B ) yang bertujuan untuk meningkatkan product knowledge dan penjualan paket wisata diving Indonesia ke pasar China.

Program “Sales Mission Diving Tiongkok 2016” meliputi: media interview, press conference, update pariwisata diving Indonesia, table top (round robin), pertunjukan musik, pembagian souvenir dan doorprize, serta pelayanan informasi pariwisata Indonesia.

Pelaksanaan Sales Mission Diving Tiongkok 2016 disambut antusias oleh para seller (industri pariwisata) dan buyer (dive operator, dive club, dan divers) yang menghadiri event tersebut. Tercatat kegiatan sales mission di Dalian mampu mempertemukan 5 seller (Cocotinos, Anantya, Aurora, Tasik Divers, dan APP Beijing) dengan 75 buyers sebagai peserta.

Pada sales mission di Qingdao, Kementerian Pariwisata sukses mempertemukan 6 seller (Cocotinos, Anantya, Aurora, Tasik Divers, APP Beijing, dan Silolona) dengan 73 buyers.

Sementara itu, kegiatan sales mission di Beijing berhasil mempertemukan 5 Industri (Cocotinos, Anantya, Aurora, APP Beijing, Silolona) dan 80 buyers.

Pada setiap kesempatan, Gunawan Tjipto Adji dalam paparannya menyampaikan topik: “Discovering Indonesia” yaitu gambaran umum mengenai Indonesia.

Topik lainnya bahas “What we do to Invite more Chinese” , antara lain dengan peningkatan infrastruktur bandara di berbagai provinsi di Indonesia, kebijakan bebas visa bagi Wisman China.

Bahasan lainnya adalah “What we can Offer”, Indonesia masuk dalam kawasan Coral Triangle Area yang menjadikan laut Indonesia memiliki keberagaman spesies bawah laut dan memperkenalkan 10 destinasi untuk diving antara lain; Bali, Lombok, Komodo, Alor, Derawan, Wakatobi, Togean, Ambon, Banda dan Raja Ampat.

“ Kami sekaligus menginformasikan bahwa saat ini sudah ada penerbangan regular Lion Air dari beberapa kota di China ke Manado serta informasi mengenai Charter Flight dari beberapa maskapai seperti Citilink dan Sriwijaya Air serta informasi mengenai perolehan “The Best Resort Hotel in The World” yang diperoleh Nihiwatu Resort, kata Gunawan Tjipto Adji . (*/HAS).

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.