Tragis, Penumpang United Airlines Disengat Kalajengking

0
416

CALGARY, Bisniswisata.co.id: Kisah hitam, buruk, memprihatikan terbang bersama maskapai United Airlines, mulai terkuak. Maskapai asal Amerika Serikat itu mengakui seorang penumpangnya asal Kanada disengat kalajengking dalam penerbangan Houston ke Kanada.

Seperti dilansir Fox News, Jumat (14/04/2017), Richard Bell dan istrinya Linda, dalam perjalanan pulang ke Kanada dari Houston, setelah menghabiskan liburan mereka di Meksiko.

Saat duduk di kursinya, tiba-tiba seekor makhluk berukuran berwarna seperti madu jatuh ke kepala Richard dari loker penyimpan barang di atasnya. “Saya langsung mengambilnya dan hewan itu menyengat saya, tapi saya kira itulah yang menyelamatkan saya,” kata Richard kepada laman Global News.

Seorang pria Meksiko yang duduk di sebelah pasangan itu mengatakan hewan tersebut adalah seekor kalajengking yang sangat berbahaya. Richard lalu membuang kalajengking itu ke lantai kabin dan sang pria Meksiko kemudian menginjak hewan berbisa tersebut.

Pilot mengumumkan hal tersebut. “Akibat ada penumpang yang digigit kalajengking maka tim medis, petugas pemadam kebakaran, dan polisi naik ke dalam kabin,” ujar John Rogers, seorang penumpang.

Saat pesawat akhirnya mendarat di Calgary, Kanada, tim medis naik ke dalam kabin untuk memberikan pertolongan kepada Richard.

Juru bicara United Airlines Charles Hobart kepada CNBC mengatakan, kru kabin saat itu langsung berkonsultasi dengan dokter di darat. Dokter itu kemudian memberikan panduan untuk mengatasi insiden sengatan kalajengking tersebut.

Pihak manajemen United Airlines memastikan sengatan kalajengking yang dialami Richard Bell tidak membahayakan jiwanya.

Richard Bell, yang secara total terbang sejauh 240.000 kilometer setahun menggunakan United Airlines, merasa sedikit kecewa manajemen maskapai tak menghubunginya sehubungan insiden itu.

Peristiwa memilukan sebelumnya dialami David Dao, penumpang maskapai Amerika Serikat United Airlines, yang diseret paksa dari pesawat kini mengalami gegar otak, patah hidung dan kehilangan dua gigi. Hal ini disampaikan oleh pengacara Dao, 69 tahun, dalam jumpa pers Kamis lalu seperti dikutip Reuters, Jumat (14/04/2017).

“Klien kami mengalami mimpi buruk akibat gegar otak yang dialaminya. Ia juga akan menjalani operasi,” kata Thomas Demetrio, kuasa hukum Dao.

David Dao, dokter Amerika keturunan Vietnam, sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Chicago setelah polisi penerbangan menyerepaksa dia dari pesawat untuk memberi kursi bagi staf maskapai dalam perjalanan dari bandara O’Hare ke Louisville, Kentucky. (*/ndik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.