Tragis, Hukum Cambuk Jadi Daya Tarik Wisatawan Malaysia di Aceh

0
448
Hukuman Cambuk di AQceh Jadi tontonan wisatawan

ACEH, bisniswisata.co.id: Pelaksanaan hukum cambuk di Aceh menyita perhatian wisatawan mancanegara. Terutama wisatawan asal Malaysia yang sedang berlibur di Banda Aceh. Mereka sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan langsung proses hukum cambuk.

Puluhan wisatawan asal Malaysia datang ke Masjid Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (20/3/2017). Rombongan turis ini menggunakan satu bus. Mayoritas wisatawan asal Malaysia ini perempuan dan langsung ditempatkan di sebuah balai yang ada di pekarangan masjid tersebut.

Senator Kerajaan Malaysia mewakili Negeri Kelantan, Dato Dr Johari Bin Mat mengaku sangat kagum dengan hukuman cambuk yang diterapkan di Aceh. Dia berharap pelaksanaan syariat Islam di Aceh bisa terus berlanjut dan diberikan keamanan dan ketertiban.

“Begitu juga saya rasa sangat kagum dengan kerajaan Aceh yang berusaha sungguh-sungguh, untuk menerapkan syariat Islam,” kata Dato Dr Johari Bin Mat usai menyaksikan langsung hukum cambuk di Banda Aceh.

Dia berharap seluruh umat Islam di dunia tunduk dan patuh terhadap hukum syariat. Seperti yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh. “Karena memang ini adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah SWT,” ucapnya.

Dato Dr Johari mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung hukum cambuk di Aceh. Selama ini dia hanya melihat melalui video yang dibawa oleh rekannya yang terlebih dulu berkunjung ke negeri Serambi Mekkah. “Saya pertama kalinya menyaksikan sebatan (cambuk) yang diadakan di sini, walaupun sebelum ini saya sudah pernah mendengar dan melihat melalui video yang dihantarkan oleh kawan saya,” imbuhnya.

Setelah menyaksikan secara langsung, dia menilai pada dasarnya hukum cambuk di Aceh bukan untuk menyakiti terhukum. Tujuannya agar pelaku insaf dan bertobat atas kesalahan yang telah diperbuat. “Saya melihat ini tidak untuk mendidik, sebatannya bukan untuk menyakitkan, tetapi untuk menginsafkan, semoga kita melihat juga insaf dan orang yang menerima dapat keinsafan dan keampunan dari Allah,” imbuhnya.

Pelaksanaan hukum cambuk di Aceh di bawah Qanun (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat. Berdasarkan qanun inilah Aceh bisa menahan dan mencambuk pelaku pelanggaran syariat Islam. (*/MDK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.