Trade Mall Agung Podomoro Jajaki Online Shopping

0
650
shopping online

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Teknologi hadir untuk memudahkan manusia jalani aktivitas sehari-hari. Kehadiran teknologi membuat pola kehidupan pun berubah, salah satunya berbelanja. Semakin banyak orang terhubung dengan internet, pola belanja beralih pada online shopping atau dalam jaringan (daring) dimana bisa berbelanja tanpa keluar rumah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat industri eCommerce tahun ini diprediksi mencapai 24 miliar dollar AS dan terus melonjak 130 miliar dollar AS hingga 2020. Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA) juga memprediksi pertumbuhan kelas menengah Indonesia meningkatkan jumlah online shoppers hingga 10 juta orang pada 2016 dengan transaksi hingga senilai Rp 20 triliun secara daring.

Data dan angka itulah memotivasi Trade Mall (TM) Agung Podomoro menjajaki bisnis e-Commerce dengan mengembangkan online shopping. Mengingat, saat ini Agung Podomoro Group – salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia memiliki lebih dari 10 pusat perbelanjaan dengan melakukan sinergi brand di bawah payung Trade Mall.

“Memang kami tengah menjajaki, mengingat ke depan online shopping menjadi trend seiring dengan kemajuan teknlogi. Tahun 2017 diharapkan daring Trade Mall Agung Podomoro sudah beredar di dunia maya,” harap Ho Mely Surjani, AVP Marketing TM Agung Podomoro didampingi General Manager TM Mall Kalibata City Square, Lisa Tania saat Pengundian TM Agung Podomoro Vaganza ke-VI di TM Mall Kalibata City Square Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

Saat ini, sambung Mely, TM Agung Podomoro tengah membicarakan online shopping dengan tenant-tenant yang membuka bisnisnya di 10 pusat perbelanjaan di bawah payung Trade Mall. “Jika ini terwujud, daring trade mall ini jelas akan berbeda dengan daring yang sudah ada selama ini,” jelansya.

Bedanya konsumen yang memesan produk melalui online shopping sudah melihat atau dapat melihat langsung kualitas produk itu di gerai-gerai offline shopping di bawah payung Trade Mall. Sehingga konsumen tidak tertipu dengan produk yang diinginkanya, jelasnya.

Menurut Mely, menjamurnya bisnis online diyakini tak akan mematikan pusat belanja fisik (offline shopping). Bahkan pusat belanja masih menjadi primadona di Indonesia. Mengingat, masyarakat datang ke Mall selain untuk jalan-jalan refreshing dengan keluarga, juga ada interaksi sosial jika membeli produk di offine shopping karena bisa tawar menawar, bisa komunikasi, dan melihat langsung produknya.

Kendati belanja online akan lebih murah, efisiensi waktu, dan tenaga, namun orang masih akan banyak mendatangi pusat belanja. “Jadi pusat belanja secara fisik akan tetap ada dan masih sangat prospektif. terlebih bisnis belanja daring di Indonesia belumlah sebesar di Amerika Serikat atau Eropa,” lontarnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.