Tour Wisata Kereta Kuno, Turis Haram Kritik Pemerintah Korut

0
1246

PYONGYANG, test.test.bisniswisata.co.id: PEMERINTAH Korea Utara (KOrut) membuka pintu bagi para wisatawan dunia untuk menikmati berbagai kota wisata di Korut, selain Pyongyang. Koryo Tour – perusahaan pariwisata milik Inggris yang berkantor di Beijing, menawarkan sensasi perjalanan tur dengan kereta api kuno.

Koryo Tur, satu-satunya agen wisata yang diperbolehkan di Korut. Dalam websitenya mengatakan selama berwisata di Korut, wisatawan dikontrol ketat, tidak boleh sembarangan mengambil gambar, apalagi mengkritik pemerintah Korea Utara. Ketatnya aturan itu sehingga wisatawan yang datang akan terus didampingi pemandu wisata Korut.

Memang, Pemerintah Korut terbuka bagi siapa saja para pelancong yang ingin menikmati negara paling terisolasi di dunia itu, kecuali wisatawan dari Korea Selatan.

Berwisata dengan kereta api kuno akan membuat para wisatawan melihat sisi lain dari Korut yang selama ini jarang dilihat oleh orang asing seperti kota Sinpho dan Kimchaek, juga pantai-pantai di pedalaman. Kereta api vintage ini dilengkapi dengan gerbong makan dan tempat tidur.

Pada awal perjalanan, wisatawan diajak ke Gunung Myohyang yang terkenal dengan udara sejuknya. Lalu wisatawan mengunjungi Friendship Exhibition, gedung yang menyimpan hadiah dari para pemimpin dunia kepada Kim Il-sung dan Kim Jong-il.

Setelah itu, para wisatawan yang ikut rombongan tour kereta kuno bakal menjadi orang asing pertama, yang merasakan naik trem di Chongjin, kota ketiga di Korut.

Lantas wisatawan diajak ke kota Wonsan, kota pesisir untuk menikmati kota klasik berarsitektur ala sosialis tahun 1970 dan 1980-an. Di kota Wonsan ini, wisatawan akan mengunjungi hotel kecil tempat Kim Il-sung pernah singgah dan stasiun kereta api tua tempat presiden abadi Korut pulang ke Pyongyang setelah negeri itu bebas dari Jepang.

Dalam perjalanan dari Wonsan ke Pyongyang, para tamu akan disuguhi pemadandangan air terjun, danau dan pedesaan-pedesaan yang kecil dan tenang. Sekilas pengunjung dapat melihat kota Yangdok dan Sinyang.

Tour selama 11 hari dimulai 2 Oktober 2015 dengan biaya 2.980 euro atau sekitar Rp 44 juta per orang. Tour ini adalah yang kedua untuk turis asing menikmati Korut. “Tapi perjalanan kali ini akan berbeda karena lebih banyak daerah-daerah yang belum pernah dikunjungi,” kata Simon Cockerell, general manajer Koryo Tours, seperti dikutip dari Telegraph.

Wisata kereta api ini merupakan hasil dari pendekatan bertahun-tahun kepada Korut untuk izin menggelar wisata di negeri itu. Pemerintah Korut sempat menutup pintu wisatawan Maret lalu karena khawatir wabah ebola.

Meski Korut membuka diri kepada seluruh wisatawan, tapi mereka memberikan pengecualian terhadap wisatawan berkebangsaan Amerika Serikat. “Grup tour kami selalu menggunakan penerbangan Air Koryo untuk Beijing-Pyongnya dan rute kembali menggunakan kereta. Namun, pemerintah Korut melarang turis Amerika untuk kembali ke Beijing memakai kereta. Oleh karena itu, mereka diharuskan kembali dengan pesawat.”

Sebaliknya, pemerintah AS melarang warganya untuk berwisata ke Korea Utara terlebih Amerika tidak punya kantor perwakilan di negara paling tertutup itu. “Jangan pernah berasumsi kalau ikut rombongan tur atau memakai pemandu akan bebas dari

Koryo tur dalam website nya mengklaim selama 22 tahun belum pernah ada satupun insiden sehubungan dengan keamanan turis-turis mereka. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.