Tour de Singkarak Junjung Desa Wisata Sijunjung

0
1155

SIJUNJUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Desa Wisata Sijunjung, Sumatera Barat mendapat kesempatan emas sebagai start balap sepeda internasional “Tour de Singkarak 2015”, Senin (5/10/2015). Dipilihnya desa wisata yang kini didaftarkan ke UNESCO ini untuk menunjukkan kepada pembalap dari 21 negara bahwa di Sijunjung ada rumah adat Minangkabau yang berdiri ratusan tahun.

“Juga untuk mempromosikan ke dunia bahwa desa wisata dengan rumah adat ini bisa dikunjungi wisatawan. Nah ini salah satu tujuan digelarnya Tour de Singkarak, untuk mengenalkan potensi wisata Sumatera Barat ke penjuru dunia,” papar Sapta Nirwandar, Chairman Tour de Singkarak usai menyaksikan start di desa wisata Sijunjuung,

Intinya, lanjut mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, semua potensi wisata yang ada di wilayah Sumatera Barat terutama yang dilalui jalur peserta balap sepada ini, selalu menampilkan destinasi wisata baik itu desa wisata, wisata pantai, wisata sejarah, wisata budaya dan wisata alam.

Diakuinya, sejak digelar Tour de Singkarak, terjadi lonjakan penjungjung wisatawan dari lokal, nasional bahkan Internasional. Para wisatawan itu melihat foto-foto destinasi wisata yang dimuat media massa cetak, televisi maupun media digital.

“Inilah dampak kegiatan sport tourims ini, dan kita akan terus meningkatkan penyelanggaraan yang lebih baik lagi, pelayanan yang baik serta membenahi kekurangan. Namun daera-daerah sudah merasakan dampak positig tour de Singkarak ini,” tambahnya.

Memasuki etape ke-3 ajang balap sepeda “Tour de Singkarak 2015”, para pebalap akan ditantang untuk beradu kecepatan di trek sprint yang mengambil start di Desa Wisata Sijunjung dan finis di Darmasraya Sport Center, Sumatera Barat, Senin (5/10).

Berbeda dengan etape sebelumnya yang didominasi dengan trek tanjakan hingga kategori 4, di etape ke-3 ini para pebalap lebih dihadapkan dengan trek lurus hingga mereka akan beradu dengan kecepatan penuh hingga garis akhir.

Mengawali start dari RSUD Sijunjung, pebalap akan menuju Pasar Tenak dilanjutkan melintasi Patung Garuda-Muara Body hingga Tugu BI. Titik sprint pertama akan dimulai dari kantor Dinas Pendidikan dan akan melalui Simpang Ganting, Jalan Beton, Sungai Lasek, Pink Hotel, Pasar Kiliran Jao hingga Sialang yang juga menjadi spot feeding zone dengan jarak 101 kilometer dari garis start.

Para pebalap harus lebih berhati-hati saat memasuki Sialang. Hal tersebut dikarenakan masih adanya perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer dan dibuka hanya setengah dari badan jalan.

Memasuki titik sprint ke dua dimulai dari Pulau Punjung menuju Simpang Koto Baru, Nagari Sitiung, Jorong Sitiung, Koto Laweh, Sialang, hingga Koto Baru dengan jarak 42,5 kilometer dari titik sprint pertama.

Titik sprint ke tiga berada di Pasar Koto Baru melewati rute Simpang Pasar Koto Baru, Abesiat, Pasar Abesiat, lalu memutar dan kembali ke Simpang Pasar Koto Baru hingga garis finis di Sport Centre Koto Baru. Adapun kondisi ketinggian permukaan geografis rute yang akan dilalui para pebalap tersebut tak kurang dari 500mdpl.

Sprint pertama hingga kedua, para pebalap dihadapkan dengan trek sedikit menanjak namun masih dalam kategori landai yang berada di titik Simpang Ganting (190mdpl) menuju Jalan Beton (422mdpl).

Kemudian dari sprint kedua dan ke tiga hingga garis finis, trek akan didominasi jalur landai berada di ketinggian tak kurang dari 100mdpl. Start balapan dimulai pukul 10.00 WIB dengan estimasi waktu pebalap mencapai finish pukul 15.04 WIB. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.