Tour de Singkarak 2015 Sajikan Destinasi Baru

0
1208
tour de singkarak

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Memasuki tahun ketujuh, Tour de Singkarak (TdS) 2015,menghadirkan suasana destinasi baru. Meskipun masuk dalam event olahraga, namun TdS juga dimaksudkan untuk meningkatkan sektor pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat (Sumbar). Event ini salah satu upaya sport tourism, menggabungkan sport, culture, and tourism

Terdapat beberapa hal baru dalam TdS 2015. Salah satunya adalah masuknya Mentawai dalam kabupaten/kota yang turut berpartisipasi dalam ajang balap sepeda tingkat internasional ini. Hanya saja Mentawai belum masuk dalam rute balap sepeda ini. Sebab, kondisi Mentawai sebagai wilayah kepulauan belum memungkinkan para sepeda untuk melintasi daerah ini, papar Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Kementrian Pariwisata di Jakarta, Kamis (13/08/2015).

TdS 2015 juga akan memulai rutenya melalui Pesisir Selatan. Hal ini merupakan hal baru sebab biasanya TdS dimulai dari Sumbar bagian utara. Tak hanya itu, beberapa destinasi baru juga masuk dalam TdS tahun ini. “Bedanya tahun lalu itu utara, tahun ini selatan. Kita juga lewat destinasi baru, seperti Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok Selatan,” paparnya.

TdS 2015 memilik garis start di Pesisir Selatan dan finis di Kota Padang pada hari kesembilan. Terdapat beberapa spot menarik dalam TdS ini. “Ada Kelok 44 untuk menanjak, itu di Agam. Nanti di atas bisa lihat Danau Maninjau yang indah,” katanya sambil menambahkan rencananya Tour de Singkarak akan dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Juga ada Kota Sawahlunto, yang dulunya merupakan kota tambang batubara dan kini berubah jadi kota wisata. Ada lagi Padang Panjang, kata Sapta, di sana para peserta akan disuguhi beragam kuliner khas Sumbar. “Di sana sarapan paling enak sate Padang, yang kedua soto Padang. Ditutup bubur kampiun dan minumnya teh talua. Kalau bapak-bapak mau sehat minum teh telur,”.

Dijelaskan, Lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) rencananya berlangsung pada 3 – 11 Oktober 2015. Jadwal yang telah ditentukan itu mengikuti perubahan yang tercantum secara resmi pada UCI Road Calendar Asia Tour (www.uci.ch). Event tahunan berskala internasional terbesar di Indonesia itu akan dihelat dalam 9 etape yang menyusuri pesona keindahan alam dan budaya Sumatera Barat.

Penyelenggara Tour de Singkarak seperti tahun-tahun sebelumnya adalah Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan 18 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sumbar, PB ISSI, serta promotor event. Tour de Singkarak diharapkan selain akan mempromosikan Sumatera Barat juga memacu pembangunan infrastruktur daerah dan membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi.

Secara bertahap kegiatan ini telah melahirkan dampak multiplier efek ekonomi diantaranya bagi perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan tujuan wisata. Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega event ini akan memberi dampak positif bagi beragam usaha ekonomi kreatif di sekitar wilayah yang dilalui oleh rute TDS.

Perkembangan pesat Tour de Singkarak sejak tahun pertama hingga tahun ke-6 pelaksanaannya telah membuahkan banyak dampak positif di berbagai bidang. Tour de Singkarak tak pelak kini telah menjadi landasan strategis dan sinergis dalam mempromosikan Sumatera Barat ke mancanegara serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Bagi peserta lomba, Tour de Singkarak menyajikan sebuah kompetisi balap sepeda yang menarik dan menantang. Mereka diajak menyusuri beragam lansekap alam dan pedesaan yang indah di Sumatera Barat. Lomba balap sepeda internasional ini tidak hanya akan menawarkan persaingan sengit antara pebalap tetapi juga merupakan kesempatan untuk mengungkap keajaiban dan keindahan tersembunyi di Tanah Minang.

Tour de Singkarak setiap tahun selalu menyajikan rute balapan yang menantang. Ajang ini begitu ketat dan seru dalam persaingannya dimana karakteristik lintasan balap menjadi penyebab tidak adanya dominasi dari satu pebalap. Bagi pebalap sepeda yang pernah mengikuti ajang Tour de Singkarak, balapan tersebut selalu memberi kenangan dengan Kelok 44, Kelok 9, dan tanjakan mematikan di Bukit Sileh.

Selain itu, mereka juga menikmati keindahan Sumatera Barat, seperti Danau Singkarak, Danau Kembar, Lembah Harau, Danau Maninjau dan Puncak Lawang, Jam Gadang Bukittinggi, Sawahlunto, Istano Basa Pagaruyung, dan lainnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.