Topang Wisata Halal, Hotel Ekonomis Perlu Dibenahi

0
527

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KEINGINAN Indonesia mengembangkan potensi wisata halal mendapatkan sambutan positif dari kalangan pelaku bisnis perhotelan. Agar dapat bersaing dengan negara lain, kondisi infrastruktur wisata halal di Indonesia perlu dibenahi.

“Wisata halal perlu ditopang kesiapan industri perhotelan, baik hotel mewah maupun ekonomis. Hotel sebagai fasiltas pendukung yang sangat vital di industri pariwisata. “Di Indonesia, banyak sekali berdiri hotel. Namun, ini perlu dibenahi agar sesuai konsep wisata halal,” komentar Country Director Indonesia Nida Rooms Anna E Dartania di Jakarta.

Anna menyoroti kesiapan di kalangan hotel ekonomis untuk menyambut wisata halal. Hotel-hotel ekonomis yang jumlahnya sangat banyak perlu dibenahi agar sesuai dengan syariah. Dikarenakan, wisatawan yang datang ke Indonesia tak selalu ingin tinggal di hotel mewah. “Hotel ekonomis ini perlu dibenahi dari sisi citra dan kualitas layanan,” kata dia.

Citra yang melekat di hotel-hotel ekonomis, Anna mengakui, masih belum baik. Masih ada citra negatif yang membuntuti hotel-hotel ekonomis. Belum lagi soal kualitas layanan yang harus dijaga.

Tak hanya itu, Anna menyatakan, banyak pelaku bisnis di perhotelan yang hanya memikirkan pendapatan. Pelaku hanya mementingkan agar hotelnya cepat terisi. Padahal bisnis perhotelan ini mesti didisain untuk jangka panjang. “Agar bisnis ini berkelanjutan, para pengusahanya perlu peduli, teredukasi, dan memiliki kriteria halal,” ucap dia.

Nida Rooms merupakan virtual hotel operator yang sudah beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Nida Rooms menggandeng hotel-hotel untuk bermitra dengan cara pihak hotel memberikan sejumlah kamarnya untuk dipasarkan oleh jaringan Nida Rooms. Meski hotel-hotel yang diajak bermitra ini merupakan hotel ekonomis, namun manajemen Nida Rooms berani menjanjikan layanan lokasi yang terbaik, harga terbaik, dan layanan terbaik.

Selain pasar secara umum, Nida Rooms juga menarget grup-grup umrah sebagai pelanggannya. Grup-grup umrah dari daerah, Anna mengatakan, biasanya melakukan transit di Jakarta atau di kota besar lainnya, sebelum diterbangkan ke Arab Saudi. Para jamaah umrah ini biasanya pula diinapkan dulu di kota transit. “Banyak agen travel kecil yang menangani umrah yang menginapkan jamaahnya di hotel-hotel ekonomis,” kata dia.

Ada beberapa agen perjalanan umrah, baik besar ataupun kecil, yang sedang didekati Noda Rooms untuk bermitra. Dari sisi korporasi, Anna bahkan menargetkan, porsi dari jamaah umrah ini bisa mencapai 30 persen dari total konsumer di Tanah Air.

Dalam waktu dekat, Nida Rooms akan menggelar program promosi menginap hanya dengan biaya Rp 34.900 per kamar per malam. Program ini untuk pemesanan pada periode 12-18 Januari 2016 untuk menginap pada periode 19 Januari-31 Juli 2016. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.