Top 10 Wisata Halal Dunia, Indonesia Runner Up

0
829
Turis Muslim di Candi Borobudur

JAKARTA. test.test.bisniswisata.co.id: Menakjubkan. Indonesia menempati peringkat kedua atau runner up dalam Top 10 Tujuan Wisata Traveler Muslim. Rangking ini dibuat The MasterCard-CrescentRating Ramadan Travel Report.

Daftar 10 besar destinasi favorit traveler untuk libur Ramadan 2016 menurut CrescentRating: Malaysia, Indonesia, Singapura, Turki, Brunei Darussalam, Afrika Selatan, Maladewa, Uni Emirat Arab, Iran dan Oman

“Alhamdulillah berkah Ramadhan, kado lebaran, Indonesia secara meyakinkan masuk pada jajaran elit wisata halal dunia. Sesungguhnya kemenangan itu direncanakan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam keterangan di Jakarta, Senin (04/07/2016).

Sesuai arahan pada Tim Percepatan, Indonesia berpartisipasi pada semua event Halal Tourism dan Mainstream Tourism. Misalnya, partisipasi aktif di Global Islamic Economy Summit 2013, the 1st OIC International Forum on Islamic Tourism Jakarta 2014, World Halal Travel Summit 2015, World Halal Travel Award 2015, ATM Dubai, 2nd Halal Tourism Conference, Konya, Turkey dan terakhir di the 1st UAE-China Islamic Economy Conference di Beijing.

Event terakhir terlaksana atas inisiatif Program One Belt-One Road Presiden China Xi Jin Ping. “Yang merekreasi Jalur Sutra di mana Indonesia yang diundang mewakili Halal Tourism Industry, tidak ada Malaysia di sana,” lontar Menpar serius.

Uni Emirat arab (UEA), lanjut menteri, juga melihat Indonesia lebih baik dari segi sistem dan standard, termasuk Standing Commitee for Economic Cooperation (COMCEC) negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OIC). Karenanya UEA meminta Indonesia membangun standard global untuk pariwisata dan keramahan halal.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Indonesia Riyanto Sofyan menjelaskan OIC Islamic Cooperation of Tourism Ministers Forum menunjuk Indonesia sudah menjadi pemimpin, bukan Malaysia, dan akan mengadakan pertemuan pada 1 September 2016.

“Kita pun sudah meng-host World Islamic Economy Forum melalui Kementerian Keuangan tanggal 2-4 Agustus 2016 di JCC. Event ini biasanya digelar di London. Tahun 2014 dibuka British Prime Minister sekarang di Jakarta,” ujarnya.

Melihat potensi itu, tambah dia, Indonesia berpeluang menjadi juara dalam wisata halal. Indonesia, hanya perlu memoles sedikit, standardisasi, sertifikasi, fokus, branding dan promosi sesuai arahan Menteri Pariwisata.

Menurutnya, dunia sekarang mengetahui bagaimana hebatnya Halal Tourism Indonesia yang sudah menjadi legacy dan tinggal dikemas, branding dan mempromosikannya ke dunia.

“Insya Allah, Indonesia atas dukungan dan arahan Bapak Menteri, beserta bapak-bapak dan Ibu-ibu WA group Pesona Indonesia akan menjadi ranking nomor 1 di 2017 untuk Halal Tourism Destination Dunia,” sambungnya.(redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.