Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Menteri Susi Disambati

0
729
Demo Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Jakarta

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sejumlah pemuka masyarakat Bali mendatangi kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kedatangannya terkait penolakan reklamasi Teluk Benoa, Bali.

Kepala Desa Pemogan,‎ Denpasar, Bali mengatakan reklamasi Teluk Benoa akan menciderai kegiatan spiritual umat Hindu. Pasalnya, 5 aliran sungai bertemu di Teluk Benua dan dianggap suci yang tak boleh dirusak. “‎Aliran sungai, pertemuan sungai kawasan suci karena untuk aktivitas adat. Teluk pertemuan 5 aliran sungai, teluk Benoa aliran suci sehingga harus dijaga dan tak boleh dirusak,” katanya di Jakarta, Senin (29/2/2016).

Juga, kawasan Bali Selatan merupakan wilayah yang padat. Reklamasi untuk pengembangan wilayah wisata akan menimbulkan masalah sosial. “Terhadap Amdal Reklamasi Teluk Benoa secara tegas kami tolak dan kami mohon Amdal PT TWBI ditolak dan dinyatakan tidak layak. Kami meminta Perpres 51 Tahun 2014 dicabut dan dikembalikan kawasan konservasi,” harapnya.

Menteri Susi dengan seksama mendengarkan semua masukan warga yang menolak, menulis hal yang penting. “Saya senang melihat kepedulian dari masyarakat Bali terhadap ligkungannya. Tapi saya belum bisa memberikan sikap apapun. Saya melihat pihak perusahaan belum melakukan reklamasi. Mereka masih nunggu izin Amdal keluar. Dasar mereka membuat reklamasi berdasarkan Kepres. Kemungkinan untuk membangun daerah wisata baru di Teluk Benoa,” jelas Susi.

Menurut Susi, persoalan reklamasi bukan hanya persoalan di Bali. Di Jakarta juga dilaksanakan tanpa prosedur yang seharusnya dipenuhi dan tanpa dilibatkannya Pemda. “Keadaan Teluk Benoa sangat mengkhawatirkan. Kalau tidak dilakukan perbaikan, Teluk Benoa akan mati. Sehingga perlu mengembalikan hutan bakau kembali sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Diakuinya, pihaknya memberikan izin studi terkait reklamasi. Izin hanya sebatas studi, namun yang terpenting pembangunan tidak merugikan masyarakat. “Saya melihat dalam hal ini perusahaan belum memulai hal apapun, masih dalam proses perizinan. Kita pun belum bisa melakukan apapun. Kita harus pastikan lingkungan tidak rusak,” tegasnya.

Menteri berpesan kepada warga Bali bahwa apapun pembangunan kepentingan masyarakat diutamakan, lingkungan dijaga. Jangan sampai dipolitisir dan didramatisir. Reklamasi di Indonesia harus dibagi dan dipilah. Tidak parsial ke daerah-daerah. “Sebetulnya reklamasi yang betul menjaga lingkungan agar tidak terdegradasi,” ucap Susi.

Susi menolak jadi mediator reklamasi antara pihak pro dan kontra. Susi hanya memposisikan diri sebagai regulator yang memastikan Teluk Benoa ada pelabuhan. “Penjarahan bakau di lingkungan Teluk Benoa sangat luar biasa. Saya konsisten membela stakeholder dan lingkungan. Bali juga keindahan harus dijaga, bukan hanya kulturnya saja, pariwisata alamnya juga perlu dijaga. Saya tak bisa memutuskan sekarang karena Litbang sedang proses,” ungkap Susi.

Susi juga mewanti-wanti kepada mereka yang hadir dan menolak reklamasi, bila seandainya dibuat daerah konservasi warga semua memberikan bantuan menjaga lingkungan. Jangan malah merusak.

“Harus konsisten ya pak, kalo kita mau bikin konservasi nanti bapak-bapak tidak mau bantu. Saya sudah terima masukan dari bapak bapak, tidak setiap minggu tapi mungkin nanti kita bisa ketemu lagi. Saya tidak suka emosi, emosi saya akan usir bapak dari kantor saya. Saya sudah mencoba mengakomodir,” tutup Susi. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.