Tol Brebes Beroperasi, Okupansi Hotel Cirebon Merosot

0
936
CAGAR BUDAYA GUA SUNYARAGI di Cirebon

CIREBON, test.test.bisniswisata.co.id: Dulu gembira kini menderita. Kondisi itu dialami kalangan perhotelan di Cirebon. Dulu dengan adanya tol dari Jakarta langsung Cirebon, berdampak positif terhadap hotel, restoran dan obyek wisata di Cirebon. Ada peningkatan mendekati 100 persen wisatawan nusantara ke Cirebon. Namun kini suasana berubah total mendekati 100 persen.

Kondisi ini sejak ada pembangunan jalan tol yang dilanjutkan ke Brebes bahkan Semarang, Jawa Tengah. Sehingga membuat pengusaha hotel di Cirebon, Jawa Barat khawatir. Pasalnya, tingkat okupansi hotel di Cirebon terus menurun sejak Tol Pejagan-Brebes beroperasi.

Wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon dilintasi tol Trans Jawa. Tol sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer itu kini telah membentang dari Jakarta hingga Brebes Timur. Selanjutnya, tol akan dibangun hingga Semarang sebelum akhirnya dihubungkan hingga Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki mengatakan, pada arus mudik kemarin, tingkat okupansi hotel di Cirebon menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Hingga hari H Lebaran, tingkat okupansi di hampir semua hotel di bawah 80 persen. “Lebaran tahun ini cukup sepi, karena macetnya tidak lagi terjadi di Cirebon. Sehingga yang menginap di Cirebon turun,” kata Kiki di Cirebon, Rabu (20/7/2016).

Kiki menjelaskan, tingkat okupansi hotel di Cirebon pada Lebaran kemarin baru mencapai 100 persen setelah H+1. Selain itu, kata Kiki, dengan pembangunan jalan tol yang lebih panjang, membuat jarak tempuh ke Kota Cirebon lebih singkat. Hal tersebut akan berimbas pada wisatawan yang berkunjung ke Cirebon dengan sistem pulang-pergi.

“Nanti Cirebon dari Jakarta atau Semarang hanya akan ditempuh selama dua jam. Sehingga kebanyakan wisatawan yang akan datang ke Cirebon tidak akan menginap di hotel. Karena mereka nanti akan pulang-pergi,” ujar Kiki.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kiki meminta Pemerintah Kota atau Kabupaten Cirebon, bisa kembali mengembangkan potensi wisata yang ada. Sehingga nantinya, para wisatwan bisa lebih bertahan tinggal di Cirebon. Untuk saat ini, kata Kiki, wisatawan yang datang ke Cirebon, kebanyakan hanya mengejar wisata kuliner dan belanja saja.

“Ketika mereka sudah makan dan belanja batik, mereka langsung pulang. Seharusnya pemerintah kota atau kabupaten, bisa membuat sebuah terobosan pengembangan wisata baru, agar para wisatawan bisa bertahan lebih lama di Cirebon,” ujar Kiki. (*/NDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.