Tips Traveling Saat Hamil

0
438
traveling saat hamil

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Traveling saat hamil mungkin dipikir mustahil bagi sejumlah orang. Namun, tak sedikit pula calon ibu yang malah memutuskan untuk melakoni perjalanan, bahkan ke tempat-tempat jauh. Bila ditanya mengapa, maka jawabnya bisa sangat beragam.

Ada yang pergi karena harus, biasanya terkait pekerjaan. Namun terdapat juga ibu hamil yang sengaja traveling untuk mengatasi stres. Apapun, nyatanya traveling tetap mungkin dilakukan saat hamil. Tapi, terdapat rambu dan sejumlah tips yang mestinya diperhatikan bila kamu adalah salah satu di antara ibu hamil yang hendak melakukan perjalanan.

Dari persiapan formal hingga penentuan waktu terbaik untuk traveling, semua jangan luput dari persiapan. Tinggalkan dulu ambisi untuk solo travel, punya teman perjalanan jadi penting saat kamu tengah hamil. Dengan tetap memerhatikan faktor kesehatan dan keamanan, bagi si ibu dan bayi, traveling tetap bisa dilakoni. Berikut sejumlah tips menurut huffingtonpost.com, Rabu (19/04/2017):

01. Waktu terbaik untuk pergi

Biasanya, hamil juga disertai berbagai keluhan, termasuk mual dan lelah. Namun kabar baiknya, keadaan kurang mengenakkan tersebut tak akan berlangsung penuh selama masa kehamilan. Memanfaatkan trimester kedua, saat kehamilan memasuki usia 20 hingga 30 minggu, itulah waktu terbaik untuk merencanakan perjalanan. Mengingat faktor kesehatan, hindari traveling ketika usia kandungan memasuki minggu ke-36 hingga 38. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan pergi. Biasanya sejumlah maskapai akan meminta semacam surat persetujuan dari dokter kandungan. Jadi, pastikan memeriksa aturan penumpang hamil ketika kamu ingin bepergian dengan pesawat terbang.

02. Pilih destinasi domestik.
Dengan memilih tempat yang tak terlalu jauh dari rumah, kamu bisa menghindari ‘drama’ alergi makanan, minuman kurang aman bagi ibu hamil dan penanganan medis asing. Namun demikian, aktivitas yang dipilih selama berada di destinasi traveling jauh lebih penting untuk dipertimbangkan. Scuba diving jadi kegiatan yang tak direkomendasikan ketika kamu tengah hamil. Namun demikian, bukan berarti tak bisa sama sekali aktif berkegiatan. Ketimbang sederet agenda yang berisiko, lebih baik kamu memilih yoga di tepi pantai misalnya. Bila memungkinkan, konsultasikan agendamu dengan dokter sebelum pergi.

03. Bawa salinan catatan pemeriksaan medis

Tak peduli ke manapun tujuanmu, pastikan membawa salinan catatan pemeriksaan medis. Di samping itu, saat merencanakan perjalanan, kamu mesti tahu letak rumah sakit atau fasilitas medis terdekat. Bila nantinya harus mendapat perawatan, catatan tersebut akan memberikan penjelasan lengkap dan tepat soal keadaan kandunganmu. Jika punya, bawa juga asuransi kesehatan selama traveling. Perhatikan berbagai prosedur dengan lebih rinci bila kamu memutuskan untuk traveling ke luar negeri.

04. Transportasi terbaik
Terbang hampir pasti menghemat waktu dan naik kapal laut mungkin saja akan memberi pengalaman tak terlupakan, namun bila kamu berencana traveling saat hamil, maka transportasi terbaik adalah mobil. Alasannya, kamu bisa dengan lebih segera mendapat penanganan medis jika diperlukan. Selain itu, kamu juga bisa berhenti secara berkala untuk merenggangkan otot. Selama melakoni perjalanan, hati-hati menempatkan seatbelt. Pastikan ia berada di bawah perut dan melintang tepat di dada. Usahakan hanya berada di mobil selama enam jam setiap harinya.

05. Memerhatikan asupan

Selama kehamilan, meminum air dalam jumlah yang cukup adalah penting untuk dilakukan, apalagi saat kamu tengah traveling. Ibu hamil disarankan minum delapan hingga dua belas gelas per hari untuk memastikan produksi asi yang sehat. Namun, air ini sebenarnya juga bisa didapat dari mengonsumsi makanan. Selama traveling, pastikan kamu mengonsumsi makanan dengan kadar air tinggi. Jangan lupa juga membawa camilan sehat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.