Tips Pahami Perbedaan Budaya Saat Berwisata

0
612
Kebudayaan di Jepang yang tetap lestari hingga kini

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Salah satu masalah terbesar wisatawan adalah berasumsi bahwa budaya mereka dapat diterima di seluruh dunia. Akibatnya banyak wisatawan akhirnya menemukan masalah dengan penduduk setempat hanya karena sikap sederhana mereka seperti memberi tip atau berjabat tangan.

Untuk itu, seperti dilansir About Travel, Rabu (14/09/2016) sebelum bepergian ada baiknya memahami budaya-budaya yang dapat diterima di setiap tempat tujuan. Dengan memahami perbedaan budaya ini diharapkan wisatawan dapat meminimalisir kesalahan interaksi dengan penduduk lokal.

Perbedaan budaya tak harus membahayakan pengalaman wisata. Dengan mengetahui bagaimana harus bersikap di luar negeri, wisatawan bisa merasakan hasil maksimal dari petualangan. Berikut tips memahami perbedaan budaya ssaat berwisata, di antaranya:

01. Pahami aturan pemberian uang tip di negara tujuan
Di Amerika Utara memberikan tip pada pelayan mungkin sesuatu yang dianggap biasa. Namun tidak di beberapa negara lain. Di Italia misalnya, tip kerap dimasukkan ke dalam tagihan belanja Anda, sehingga pemberian tip tambahan sering kali dipandang sebagai penghinaan. Begitu pula di Cina dan Jepang, pemberian tip dinilai sebagai isyarat kasar kepada staf.

02. Hati-hati dengan isyarat tangan selama di luar negeri
Penggunaan isyarat tangan berbeda di berbagai belahan dunia. Namun menurut konsensus jelas disebutkan bahwa memberikan isyarat menunjuk atau menggunakan punggung tangan merupakan sikap yang dianggap kasar atau vulgar. Di Eropa Barat khususnya Irlandia dan Inggris, memberikan tanda “peace” dengan punggung tangan bisa berarti sama dengan mengacungkan jari tengah. Isyarat tanda “OK” dan mengacungkan jempol juga berpotensi kasar.

03. Jangan menyentuh penduduk setempat kecuali benar-benar kenal baik
Di Amerika mugkin menyentuh orang lain masih terbilang biasa. Tapi di Eropa dan beberapa bagian dunia lain, menyentuh warga lokal merupakan hal yang tak sopan. Mereka hanya akan menyentuh orang-orang terdekat dan bukan orang asing. Dalam sebuah penelitian oleh peneliti di Oxford dan dan Aalto University, lebih dari 1.300 orang Eropa merasa tak nyaman jika ada yang melakukan kontak dengan area tubuhnya. Menyentuh area tubuh hanya boleh dilakukan keluarga dan bukan orang asing. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.