Tips Atasi Jet Lag

0
711

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jet lag atau mabuk pasca penerbangan memang kerap dialami sebagian besar pelancong, yang melakukan perjalanan ke luar negeri apalagi memiliki perbedaan waktu yang cukup berbeda jauh antara negeri asal dengan negeri yang dituju.

Akibatnya, mereka gagal memperhitungkan lompatan zona waktu tersebut, sehingga terjadi gangguan atas sekelompok kecil sel-sel otak yang mengontrol fungsi waktu biologis. Begitu terjadi perbedaan waktu, pola alamiah tubuh terganggu.

Gejala-gejala jet lag mencakup kantuk siang hari, insomnia malam hari, sakit kepala, sembelit ataupun diare, tidak konsentrasi, kelaparan di saat yang tidak tepat atau justru berkurangnya nafsu makan, dan mudah marah. Gejala ini sering kali bertahan selama beberapa hari, sebagai penyesuaian diri dengan waktu yang baru.

Penulis dan Humas Lady Terry Robinson membagikan tips untuk anda yang sering mengalami jet lag ketika bepergian, seperti dilansir dari Female First, Jumat (08/05/2015).

01. Aturlah jam internal Anda.
Beberapa hari sebelum Anda melakukan penerbangan setidaknya sehari dua hari sebelumnya. Secara bertahap, latihlah diri Anda dengan mengubah waktu tidur dan waktu makan Anda berdasarkan waktu daerah yang Anda tuju. Setelah Anda tiba pada daerah tujuan wisata, Anda dapat mengadopsi keseharian Anda dengan waktu setempat. Beberapa hari sebelum terbang, coba ubah jam tidur dengan zona waktu tempat tujuan. Dicontohkan, ketika akan pergi ke New York, ia akan bangun dengan zona waktu New York di Los Angeles.

02. Berikan tubuh Anda cairan yang cukup.
Minumlah air putih setidaknya dua liter setiap jamnya meskipun Anda tidak haus. Karena perjalanan udara menyebabkan
dehidrasi akibat perubahan ketinggian udara. Jika Anda menggunakan kontak lens, lepaskan kontak lens Anda sebelum
penerbangan. Perasaan jetlag bisa diakibatkan penyimpanan air akibat duduk terlalu lama. Jika memungkinkan, lakukan jalan kecil di sekitar kabin pesawat setiap jam.


03. Jangan minum obat, minum kopi, alkohol

Meminum obat tidur akan menimbulkan risiko insomnia di malam berikutnya. Juga selama penerbangan, hindari kafein dan makan berlebihan. Meskipun kafein dapat membuat Anda terjaga lebih lama, kafein malah membuat Anda sering terbangun saat tidur dan mengurangi jumlah jam tidur Anda. Sedangkan alkohol dapat membuat Anda cepat merasa haus karena udara di kabin menyebabkan dehidrasi dan perubahan ketinggian di udara mempercepat efek alkohol bagi tubuh Anda.


04. Baca buku di pesawat

Membaca membutuhkan tenaga lebih dibanding menonton film di pesawat. Hal ini akan membuat anda lelah dan cepat tertidur.


05. Ambil keuntungan dari pelayanan penerbangan.

Beberapa penerbangan menyediakan pelayanan di waktu makan. Makanlah makanan lengkap di waktu makan siang dan makan malam. Cara ini akan membantu penyesuaian tubuh lebih cepat.


06. Pilihlah penerbangan malam hari.

Anda akan mengalami makan malam dengan waktu yang normal serta lebih mudah untuk tidur di penerbangan malam hari
dibandingkan penerbangan siang hari. Waktu Anda tiba di tempat tujuan wisata Anda bisa pagi atau siang hari. Tergantung pada jarak penerbangan serta jumlah zona waktu yang Anda seberangi.


07. Setelah tiba, jalan-jalanlah di bandara

Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, dapat membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan waktu dan lingkungan baru. Dan jangan tidur terlalu dini. Kecuali jika Anda tiba di tempat tujuan Anda pada malam hari dan cukup dekat dengan waktu tidur normal. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here