Tingginya Tingkat Hunian Hotel di Kawasan Industri Cikarang Jadi Incaran Banyak Investor

0
1856
Batiqa Hotel Jababeka yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka Cikarang.

 

 

 

 

 

 

BEKASI, test.test.bisniswisata.co.id : Tingginya tingkat hunian kamar hotel (occupancy rate) di kawasan industri Cikarang menjadi incaran banyak investor untuk membuka hotel di kawasan ini. Salah satunya Batiqa Hotel Jababeka yang baru grand opening, diperkirakan akan menambah persaingan hotel di kawasan tersebut.

 
Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, saat ini ada 33 hotel yang sudah beroperasi di kabupaten yang memiliki kawasan industri terbesar se Indonesia itu. “Meski jumlah hotel di Kabupaten Bekasi ini sudah ada 33 hotel, namun sampai sekarang demand-nya masih tinggi. Ini terbukti sejak Batiqa Hotel Jababeka soft opening dari Mei terus meningkat, dan sekarang occupancy rate-nya mencapai 60 persen,” kata Hadi Sutrisno, General Manager Batiqa Hotel Jababeka.

 
Bahkan tamu Batiqa Hotel Jababeka yang kebanyakan dari kalangan pebisnis itu, lanjut dia, ada dari kalangan ekspatriat yang akan stay selama dua tahun. “Ini merupakan opportunity bagi hotel-hotel di kawasan industri dalam membidik pasar ekspatriat. Apalagi menghadapi MEA pada 2016 nanti, ada 12 ribu tenaga kerja dari China yang akan masuk menyerbu kawasan industri Cikarang,” ujarnya.

 
Besarnya peluang pasar ekspatriat itu, menurut Hadi, membuat investor banyak yang tertarik ingin membangun hotel di kawasan industri Jababeka. Namun, khusus izin baru pembangunan hotel di dalam kawasan industri Jababeka, dalam waktu sementara ini sudah tidak dikeluarkan lagi. “Memang keberadaan hotel di dalam kawasan industri Jababeka sekarang ini sudah dianggap over load. Sehingga izin baru pembangunan hotel dihentikan,” ungkapnya.

 
Meski hotel di kawasan ini sudah over load, Hadi yang dipercaya mengelola Batiqa Hotel Jababeka akan menerapkan strategi marketing yang elegan. “Karena over load itu, kami menganggap hotel-hotel yang ada di kawasan Industri Jababeka bukan kompetitor. Tapi jadi mitra untuk sama-sama mendukung sektor industri pariwisata di Kab. Bekasi. Sehingga tidak akan terjadi perang tarif,” cetus dia.

 
Kawasan industri Jababeka yang lokasinya strategis, lanjut dia, membuat pasar hotel di kawasan ini sangat prospektif. Apalagi fasilitas di kawasan ini tersedia golf court, tennis court, dan driving range yang banyak diminati kalangan pebisnis. Bahkan President University yang kesohor itu juga ada di kawasan ini.

 
Hadi Sutrisno menjelaskan Batiqa Hotel Jababeka merupakan hotel ketiga yang dioperasikan di bawah jaringan Batiqa Hotel Manajemen. “Dan baru Batiqa Hotel Jababeka dan Batiqa Hotel & Apartments Karawang yang berlokasi di kawasan industri,” ucap dia.

 
Batiqa Hotel Jababeka yang berlokasi di jalan Niaga Raya Kawasan Blok CC 3A itu memiliki 127 kamar yang terdiri dari 122 kamar tipe superior, 5 kamar tipe suites, dan ada meeting room berkapasitas 300 orang. Dilengkapi fasilitas pendukung seperti Fresqa Bistro, Gym Center, Spa and Massage, room service 24 jam, ada fasilitas Wi-Fi dengan kecepatan tinggi, serta TV cable.

 
PT. Surya Internusa Hotels yang merupakan induk perusahaan Batiqa Hotels menargetkan hingga kuartal pertama tahun 2017 nanti ada tujuh hotel yang akan dikelola manajemen PT Batiqa Hotel Manajemen (PT BHM).  Ada Batiqa Hotel dan Apartemen Karawang, Batiqa Hotel Cirebon, Batiqa Hotel Jababeka, Batiqa Hotel Palembang, Batiqa Hotel Lampung, Batiqa Hotel Pekanbaru, dan Batiqa Hotel Casablanca Jakarta.

 

 

“Batiqa Hotels akan terus berekspansi dengan mendirikan hotel di berbagai kota Indonesia. Kami berkeinginan untuk menciptakan nilai yang tinggi bagi stakeholders dengan cara menciptakan pelayanan yang didasari standar profesionalitas berbasis brand Batiqa,” ungkap Furia Agustinus, Executive Committee PT Surya Internusa Hotels.

 
Dia mengatakan PT Surya Internusa Hotels tetap akan mengembangkan hotel bintang tiga yang menjadi target pasarnya. “Kebanyakan hotel bintang tiga yang kami bangun, memiliki luas area 2.250 sampai 2.500 meter persegi. Investasi untuk bangunan hotel seluas itu hanya berkisar Rp 90 miliar,” jelas dia.   (Arief Rahman Media)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here