Tiket Pesawat Mencekik, Pariwisata Natuna Paceklik

0
475
Alif Stone Park Natuna Kepri, salah satu nominator API 2018

NATUNA, Bisniswisata.co.id: Pariwisata daerah terus dipacu. Apalagi, pariwisata satu dari lima sektor yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Natuna Kepulauan Riau pun berupaya keras untuk memajukan. Berbagai fasilitas dan infrastruktur dibenahi, obyek wisata didata, masyarakat ikut digerakkan agar sadar wisata. Dengan sebuah harapan pariwisata Natuna bisa berkembang bagus.

Sayangnya harapan itu sirna, hanya gara-gara tiket pesawat yang mencekik. Dampaknya, pariwisata Natuna pun paceklik dari kunjungan wisatawan. “Mahalnya tiket pesawat membuat pariwisata di Kabupaten Natuna kurang terdongkrak. Kunjungan wisatawan sangat terbatas,” papar Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti.

Seperti dikutip laman Liputan6.com, Sabtu (21/10/2017), Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengeluhkan mahalnya biaya penerbangan ke Natuna, padahal wilayah tersebut sedang mendorong sektor pariwisata. Untuk menuju Natuna dengan transportasi udara, bisa diakses dari Batam dan Tanjung Pinang, Riau, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Sayangya, tiket pesawat menuju Natuna harganya jauh lebih mahal, ketimbang penerbangan ke wilayah lain yang jarak dan waktu tempuhnya lebih jauh. Kondisi ini akan membuat wisatawan berpikir ulang untuk mengunjungi Natuna. “Harga tiket pesawat dari Batam ke Natuna itu harganya lebih mahal dari Batam ke Bali,” kata Yuni.

Saat ini, Natuna hanya disambangi oleh tiga maskapai penerbangan, yaitu Wings Air dan Sri Wijaya Air dengan rute penerbangan dari Batam, sedangkan Ekspres dari Tanjung Pinang, Riau. Harga tiket tersebut berkisar antara Rp 1,3 juta sampai Rp 1,9 juta.

Mahalnya harga tiket pesawat, lanjut dia, akan menghambat sektor pariwisata yang sedang didorong pemerintah. Padahal, Presiden Jokowi juga mengarahkan pengembangan sektor pariwisata di Natuna. “Keinginan kita dengan instruksi Pak Jokowi penerbangan sipil salah satu tujuannya itu bisa memberikan harga tiket pesawat yang terjangkau,” ungkap Yuni.

Dikauinya, Natuna memiliki potensi pariwisata bahari yang indah, khususnya wisata bawah laut dan pantai. Di dalam lautan Natuna, banyak bangkai-bangkai kapal yang bisa menjadi daya tarik penyelam. Natuna juga memiliki pantai yang indah dan laut jernih.

Selain pantai berpasir putih, Natuna memiliki banyak spot penyelaman dengan kondisi air jernih, karang dangkal dan lainnya. Di Pulau Sedanau misalnya. Di sana ada tugu Kashmir tempat pesawat yang ditumpangi delegasi asal India jatuh. Juga karamnya kapal Djadayat yang pernah dinaiki Presiden Sukarno memantau pulau-pulau terdepan.

“Ratu Scuba juga pernah persentasi keunggulan air jernih Karang dangkal, kemudian beberapa biota. Di depan Pulau Senoa barakuda banyak,” sambungnya. (*/LEO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.