Tiga BUMN Bangun Kawasan Komersial Pariwisata di Labuan Bajo

0
781
Turis asing di Labuan Bajo

LABUAN BAJO, Bisniswisata.co.id: Tiga BUMN yakni PT Patra Jasa, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk. melakukan joint venture membangun kawasan komersial sektor pariwisata di Labuan Bajo Marina, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kawasan komersial itu diantaranya Pelabuhan Marina dapat disandari kapal pesiar yang menampung hingga 70 yacht. Juga hotel berbintang di atas lahan seluas 8.000 m2 dengan kapasitas sebanyak 180 kamar, serta area komersial dengan total investasi sekitar Rp 400 miliar. Ditargetkan, proyek yang ground breaking pada April 2017 ini, akan rampung dan beroperasi penuh pada Desember 2018.

Menteri BUMN Rini Soemarno dalam sambutan tertulis mengatakan tujuan pembangunan kawasan komersial untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai Bali kedua. Bukan hanya infrastrukturnya yang dibenahi, namun juga pengembangan SDM harus didukung kesiapannya. Proyek itu ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2018.

“Ini satu langkah besar untuk merealisasikan mimpi kita bersama, dan posisi BUMN harus terus mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kita harus mendukung peran pemda setempat. Proyek ini akan menjadi milestone dalam mendorong pariwisata di Labuan Bajo yang lebih bagus sehingga banyak wisatawan mancanegara yang datang mengunjunginya,” tuturnya.

Dirut PT Patra Jasa M. Haryo Yunianto mengungkapkan, sebagai pelopor industri hospitality di Indonesia, yang sudah berpengalaman lebih dari 40 tahun, Patra Jasa turut andil menjadi salah satu pemegang saham, dan akan sangat berperan dalam pengelolaan hotel berbintang yang dibangun di Kawasan Komersial Labuan Bajo Marina itu.

“Kami berkomitmen menepati target yang sudah dicanangkan bersama, dan tentunya menjadi tugas kita semua untuk membangun kawasan ini menjadi kawasan wisata kelas dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa (02/05/2017).

Selain itu, sambungnya, Patra Jasa akan menyiapkan cruise yang akan singgah di Pelabuhan Labuan Bajo Marina, sehingga jumlah wisatawan yang datang dapat semakin meningkat.

Daya tarik Labuan Bajo tidak hanya datang dari pembangunan Proyek Labuan Bajo Marina ini. Namun, dengan wisata ke Pulau Komodo yang sudah cukup banyak mendatangkan wisatawan mancanegara mimpi menjadikan Labuan Bajo sebagai ‘Bali kedua’ akan semakin cepat terwujud. Paling tidak pada saat proyek beroperasi penuh pada 2018.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, pembangunan dan pengembangan kawasan komersial Labuan Bajo ini sejalan dengan road map perusahaan yang telah disusun, yakni RE – ASDP. Road map tersebut terdiri dari Re-formulation of Business Foundation (2016), Acceleration of Commercial (2017), Services to The Nation (2018), Drive to Excellent (2019) dan Performance to The Best (2020).

Proyek pembangunan kawasan komersial Labuan Bajo merupakan proyek sinergi Badan Usaha Milik Negara antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Patra Jasa.

Kawasan komersial ini dikelola perusahaan patungan ketiga pihak tersebut, dimana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi pemegang saham mayoritas 51 persen karena pengembangan proyek berada di atas lahan milik ASDP (landlord), PT Patra Jasa sebesar 25 persen, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 24 persen.

“Tahun ini merupakan waktu percepatan sisi komersial. Kami berharap, ASDP bisa lebih besar berperan buat negara, membangun konektivitas tanpa bergantung kepada pemerintah, serta dapat lebih memajukan pariwisata nasional dengan standar dunia. Karenanya, kami ingin mengembangkan Labuan Bajo,” kata Faik Fahmi.

Labuan Bajo ditetapkan pemerintahan Presiden Jokowi sebagai salah satu “Top 10 Tourist Destination” bersama Danau Toba, Raja Ampat, Wakatobi dan lainnya.

Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu destinasi pariwisata berbasis bahari yang lengkap, dan serius untuk dikembangkan. Soal potensi alam, Labuan Bajo memang punya segalanya, mulai dari eksotisnya Pulau komodo, satu-satunya binatang purba yang masih tersisa di muka bumi, panorama Pulau Padar yang sangat indah, hingga sensasi tracking ala Jurrasic di Pulau Rinca.

Pengakuan datang dari CNN Travel 2015 silam. Saat itu, Labuan Bajo dinobatkan CNN sebagai snorkel site kedua terbaik di dunia. Nomor satunya Raja Ampat Papua dan nomor tiganya Kepulauan Galapagos di Amerika Selatan.

Faik menerangkan, seiring dengan pengembangan kawasan komersial dan sektor pariwisata di Labuan Bajo, maka direncanakan pembangunan proyek hotel di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan jumlah 180 unit kamar.

“Kami melihat prospek bisnis properti, khususnya hotel sangat bagus ke depannya. Keberadaan hotel ini akan sangat menunjang pariwisata, karena lokasinya sangat strategis, berada di tepi pantai di Jalan Soekarno Hatta. Sehingga, untuk view hotel sangat indah dan sempurna, karena menghadap ke laut,” jelasnya.

Data menyebutkan, jumlah turis ke Labuan Bajo mencapai 95.410 wisatawan (data 2015). Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persen turis mancanegara dengan pertumbuhan kedatangan mencapai 18, 3 persen per tahun. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.