The Rinra Hotel Makassar Ditopang Saham Pemprov Sulsel

0
454

MAKASSAR, Bisniswisata.co.id: Direktur Utama PT Makassar Phinisi Seaside Hotel Anggiat Sinaga selaku pengelola The Rinra Hotel Makassar menyatakan status kepemilikan hotel yang baru berusia setahun itu adalah milik perusahaan ditopang saham dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Kehadiran The Rinra Hotel, Anggiat menjelaskan terealisasi melalui sistem kerja sama melibatkan perusahaan dan pemerintah daerah. Pengelolaannya diberikan kepada PT Makassar Phinisi Seaside Hotel selama 30 tahun mendatang. Hotel berdiri di atas aset Pemprov diserahkan kepada Pemprov Sulsel.

“Jadi, Sama sekali, tidak ada saham atau kepemilikan individu dari Gubernur Syahrul. Yang ada itu saham Pemerintah Provinsi Sulsel,” kata Anggiat seperti dilansir laman Wartaekonomi.com di Makassar, Ahad (23/07/2017).

Isu kepemilikan saham Gubernur Syahrul di The Rinra Hotel muncul lantaran nama properti tersebut mirip dengan nama anak sang gubernur yang sudah meninggal dunia. Namun, hal tersebut juga telah diklarifikasi manajemen yang menyebut pemilihan nama Rinra karena memiliki makna filosofis yang bagus. Anggiat menyebut Rinra dalam bahasa Makassar berarti bercahaya atau terang.

Terlepas dari isu status kepemilikan The Rinra Hotel, Anggiat menuturkan Gubernur Syahrul merupakan orang yang sangat berperan dalam hadirnya hotel berbintang tersebut. “Bukan karena namanya Rinra. Kalau kita flashback, dulu gubernur mengidamkan hadir sebuah hotel di kawasan CCC (Celebes Convention Center), saya mendampingi cari investor untuk membangun sebuah hotel penyangga,” kenangnya.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan kehadiran The Rinra Hotel diharapkannya mampu mendukung program pemerintah daerahnya dengan tagline Sulsel 3M+1B alias Sulsel Tiga Kali Lebih Maju, Modern dan Mandiri dalam Kebersamaan. “Hotel ini mewakili perjalanan slogan 3M+1B, ekonomi kita semakin membaik, orang datang ke Sulsel itu artinya ekonomi semakin membaik,” ucapnya.

Kehadiran The Rinra Hotel, sambung dia, penuh tantangan. Namun karena niat untuk maju dan berkembang yang kuat sehingga hotel yang cukup diperhitungkan di Makassar tersebut terbangun dan saat ini menunjang aktivitas ekonomi daerah. “Penuh tantangan untuk membangun hotel ini. Jangan dikira ada apa-apanya. Kita punya idealisme, saya percaya apa yang dikerjakan oleh pihak investor,” tutupnya. (*/WEC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.