The Blue Paradise, Transplantasi Satu Hektar Terumbu Karang

0
598

logoNUSA PENIDA, test.test.bisniswisata.co.id,-  SEBAGAI konsekuensi  pencanangan label The Blue Paradise, untuk Kec. Nusa Penida. Pemkab Klungkung dan jajaran, didukung masyarakat setempat dan pelaku industry berkewajiban ‘’mengisi’’ konsep tersebut. Utamanya di kawasan konservasi perairan (KKP), kelestarian terumbu karang Nusa Penida diharapkan selalu terjaga dan terpelihara dengan baik.

“Sangat disayangkan apabila tidak berjalan baik dipastikan terumbu karang Nusa Penida akan hancur”, tegas Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta pada acara bersih pantai, transplantasi terumbu karang dan pelepasan tukik di pantai Banjar Nyuh, Desa Ped,  serangkaian Nusa Penida Festival (NPF) 2016, 7 s.d 9 Oktober.

Aksi penanaman terumbu karang yang juga didukung GIPI dan Gahawisri Bali, dihadiri Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Andi Rusandi, Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, tokoh masyarakat serta kalangan siswa.

Menurut Bupati Suwirta, dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian terumbu karang diharapkan kerjasama semua pihak. “Melalui kegiatan ini kita memberi edukasi dan menggugah kesadaran masyarakat dan pelaku pariwisata untuk bersama-sama menjaganya,” ujar Bupati Suwirta seraya menyebut Perda tentang sampah yang dimiliki Pemkab Klungkung selayaknya dijadikan aturan dalam menjaga kebersihan pantai, sungai dan lingkungan di darat.

Dengan kondisi pantai yang bersih dipastikan penyu-penyu akan mau bertelur dipesisir pantai ini.  “Disini banyak hamparan pasir putih, kalau sudah bersih penyu-penyu pasti banyak yang bertelur,” ujarnya.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Andi Rusandi menyatakan, Nusa Penida sebagai pulau-pulau kecil banyak menyimpan potensi. Untuk itu sudah sepantasnya dijaga dan dilestarikan.

“Konsekuensi dari pulau-pulau kecil itu jika tidak ditata dengan baik akan rusak,” ujarnya

Terkait Nusa Penida yang disebut sebagai pulau terdepan yang berhadapan langsung dengan Australia, Andi Rusandi mengajak semua masyarakat untuk berama-sama menjadi beranda dan menjaga kedaulatan NKRI. Selain itu, sebagai daerah pesisir, pihaknya juga meminta kesediaan semua komponen untuk menjaga dan merawat keindahan alam Nusa Penida.

“Nusa Penida sebagai pulau-pulau terdepan agar dijaga kedaulatannya,” tegasnya.

Nusa Penida yang mempunyai banyak potensi, pemanfaatannya harus berkelanjutan dan mempunyai nilai tambah bagi masyarakat. Menurut Andi Rusandi, untuk menjaga sumber daya alam yang indah ini perlu dimasukkan dalam ekstrakulikuler sekolah. Sehingga anak-anak bisa mengetahui dan ikut serta dalam memeliharanya.

“Ini agar dimasukan kedalam ekstrakulikuler sehingga anak-anak mengetahui bagaimana memelihara pulau dan terumbu karang,” sebutnya.

Acara bersih pantai dan transplantasi terumbu karang diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dengan Green Lion Nusa Penida, Kabupaten Klungkung tentang pengelolaan konservasi penyu di pulau Nusa Penida.

 

Satu Hektar

Terkait aksi tanam terumbu karang, Gahawisri  tegas Ketua Gahawisri Bali IB Agung Partha Adnyana yang juga Ketua GIPI Bali meminta masyarakat Nusa Penida, dan Bali menjasi saksi penerapan sanksi terhadap pelaku vandalism di bawah air.

Monitoring pelaksanaan sanksi merehabilitasi satu hektar terumbu karang.
Monitoring pelaksanaan sanksi merehabilitasi satu hektar terumbu karang.

Gahawisri mengingatkan bahwa telah terjadi aksi vandalism di bawah air di kawasan Nusa Penida.Setelah melalui proses dialog dengan beberapa stake holder pembangunan pesisir, ditetapkan bahwa pelaku aksi corat- coret (vandalism) berinisial PL dan dive master berinisial DS dikenakan sanksi meminta maaf kepada pihak- pihak terkait dan pihak operator usaha selam bersangkutan dikenakan sanksi wajib merehabilitasi terumbu karang seluas satu hektar.

“Wajib melakukan rehabilitasi terumbu karang seluas 1 hektar / 500 bibit karang sebagai bentuk kompensasi dan tanggung jawab dalam pelestarian terumbu karang, di kawasan Nusa Penida. Hari ini dimulai, ” tegas Ketua GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Bali, IB Agung Partha Adnyana usai menyaksikan penanaman perdana terumbu karang di kawasan konservasi Nusa Penida. Untuk penanaman terumbu karang tersebut Gahawisri dan Panitia Nusa Penida Festival menyiapkan 20 penyelam. *dwi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.