Teror Ubur-ubur Gempur Wisatawan di Pantai Gunungkidul

0
1109
Ubur-ubur

GUNUNGKIDUL, test.test.bisniswisata.co.id: Teror ubur-ubur beracun telah meracuni 26 wisatawan lokal. yang tengah berwisata di pantai sepanjang Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jumlah korban ubur-ubur beracun tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun tahun sebelumnya.

“Hari kedua Lebaran, setidaknya 26 wisatawan yang berlibur di pantai sepanjang Gunungkidul tersengat ubur-ubur beracun. Ada 18 titik pantai di Gunungkidul, yang didatangi wisatawan lokal untuk menghabiskan libur Lebaran,” kata Sekretaris SAR Linmas Korwil II Pantai Baron, Surisdiyanto, Sabtu (18/07/2015).

Pantai paling banyak korban sengatan yakni pantai Kukup dan Sepanjang. Pihaknya melakukan pengobatan menggunakan alkohol dan amoniak disekitar luka sengatan ubur-ubur, karena bila tersengat akan terasa panas disekitar luka dan sangat gatal.
“Kami menggunakan amoniak dan alkohol untuk penyembuhan,” jelasnya.

Imbauan kepada wisatawan untuk tidak berenang dipantai, terus dilakukan saat ini, sebab, saat ini baru musim ubur-ubur. Hanya satu pantai, yakni pantai Baron yang diperkirakan tidak ada ubur-uburnya, karena ada air tawar disekitar pantai. “Kami sudah melakukan himbauan kepada wisatawan untuk tidak mandi dilaut,” ungkapnya.

Koordinator Wilayah (Korwil) SAR II Pantai Baron, Marjono menjelaskan setiap memasuki bulan Juli muncul ubur-ubur beracun di sekitar pantai di wilayah Gunungkidul. Hal itu dikarenakan kondisi perairan memasuki masa dingin. Ubur-ubur beracun atau rhizitomae ini mengambang 200 meter dari bibir pantai.

Ubur-ubur beracun, lanjut dia, jika diterjang gelombang akan menepi ke pinggir pasir pantai, sehingga wisatawan yang berada di pinggir pantai punya resiko besar tersengat. “Wisatawan yang tak hati-hati sangat mudah tersengat ubur-ubur beracun tersebut,” paparnya.

Dijelaskan, ubur-ubur dengan warna dominasi biru ini tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan kesakitan bagi yang tidak tahan, kulit akan terjadi luka seakan terbakar, sehingga tidak sedikit yang harus dilarikan ke puskesmas, klinik terdekat atau ke rumah sakit.

Di sepanjang pantai Gunungkidul berpotensi ada ubur-ubur, hanya satu pantai yakni pantai baron yang tidak ada ubur-uburnya, karena ada air tawar. “Jika terkena sengatan biasanya panas disekitar luka dan yang tidak kuat jatuh pingsan,” katanya

Guna mengatasi sengatan biasanya menggunakan alkohol dan ramuan tradisional. “Untuk 22 titik pantai membutuhkan alkohol sekitar 22 liter, selama musim libur ini,” katanya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengaku sudah mendengar adanya ancaman ubur-ubur bagi wisatawan lebaran yang berkunjung ke pantai. “Kami sudah meminta pada semua puskesmas kawasan pantai untuk membantu pengobatan bagi korban Ubur-ubur, termasuk menyediakan alkohol dalam jumlah cukup. Bahkan mobil ambulan puskesmas kami harap selalu siaga di kawasan pantai,” katanya (@endymarcapada)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.