Teror Paris, Air France Tunda Semua Penerbangan

0
772

PARIS, test.test.bisniswisata.co.id: MASKAPAI penerbangkan Prancis, Air France, menunda semua penerbangan ke dan dari Perancis setelah serangan teroris di Paris, Jumat (13/11) malam. Korban serangan tembakan, ledakan, dan bom bunuh diri di Paris menyebabkan sedikitnya 153 orang tewas.

Presiden Prancis Francois Hollande menetapkan keadaan darurat, dan memerintahkan aparatnya menutup semua perbatasan, juga penerbangan. “Setelah peristiwa di Paris pada Nov.13, Air France menegaskan bahwa semua penerbangan akan datang ke dari Prancis di-cancel,” kata pihak perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu (14/11/2015).

Dikatakan penundaan penerbangan maskapai utama di Perancis ini, diharapkan membantu aparat dalam upaya mengontrol perbatasan oleh otoritas. Akibat penundaan penerbangan menyebabkan ratusan calon penumpang harus sabar menunggu di bandara.

Serangan berdarah dalam sejarah Perancis ini, terjadi di berbagai lokasi di kota Paris. Ledakan terdengar tidak jauh dari Stade de France, stadion sepak bola yang menggelar pertandingan Perancis lawan Jerman. Reuters melaporkan, tiga kali suara ledakan terdengar ketika babak pertama berlangsung.

Penembakan di restoran, penyanderaan di gedung konser dan serangan bom di sebuah bar dan dekat stadion sepak bola telah menewaskan ratusan orang di Paris.

Serangan dilaporkan terjadi di tujuh lokasi di ibukota Prancis tersebut. Pihak kepolisian menghimbau warga Paris untuk tidak meninggalkan rumahnya denga alasan keamanan. Beberapa jam sebelumnya, ledakan terdengar di dalam stadion Stade de France saat pertandingan persahabatan antara Perancis dan Jerman.

Kepolisian Prancis, seperti dikutip dari Daily Mail, menyatakan bahwa ada dua serangan bom bunuh diri dan juga satu ledakan bom terjadi di luar stadion yang berlokasi di utara kota Paris tersebut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan tidak ada korban dari Warga Negara Indonesia (WNI) saat kejadian serangan mencekam di ibukota Prancis itu. “Hasil koordinasi dengan KBRI Paris, sampai saat ini belum ada informasi mengenai korban WNI dalam insiden ini,” demikian kutipan keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia, Sabtu (14/11).

Kendati demikian, KBRI Paris akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan info mengenai korban.

Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, serangan tersebar di tujuh lokasi di pusat kota Prancis. Sejauh ini, dari 153 korban serangan yang tewas, 112 tewas di tempat konser musik rock Bataclan dan sisanya tewas di beberapa lokasi kejadian.

Salah satu rangkaian serangan berupa bom bunuh diri terjadi di depan stadion Stade de France ketika berlangsung laga persahabatan antara tim nasional Prancis dan timnas Jerman. Setidaknya tiga orang tewas. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.