Ternyata, Garuda Indonesia Paling Banyak Delay

0
579
Garuda Indonesia

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Maskapai Garuda Indonesia ternyata paling banyak delay atau terlambat jadwal penerbangan selama musim mudik Lebaran 2016. Terbukti, dari catatan hitam PT Angkasa Pura II atas ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) Penerbangan Keberangkatan Domestik Bandara Soekarno-Hatta mulai H-5 hingga H-2 Lebaran tahun 2016.

Dari data yang terekam: Garuda Indonesia melakukan 88 delay penerbangan. Jumlah rentang delayed yang dialami penerbangan plat merah ini, dengan rinciannya yakni kurun waktu 30 sampai 60 menit ada 60 penerbangan, 61 sampai 120 menit untuk 19 penerbangan, 121-180 menit untuk dua penerbangan, dan 181-240 menit untuk satu penerbangan.

Selain Garuda Indonesia, delay terbanyak dialami maskapai Sriwijaya Air dengan 63 keterlambatan jadwal penerbangan dan jadwal keterlambatan kedatangan di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 84 penerbangan.

Ketiga Lion Air dengan 61 delay penerbangan dan untuk keterlambatan kedatangan di Bandara Soekarno Hatta 84 penerbangan. Keempat maskapai Nam Air delay dan terlambat datang ke Bandara Soekarno Hatta sebanyak 37 penerbangan.

Keempat Citilink, selama musim mudik ini anak perusahaan Garuda Indonesia tercatat delay 33 penerbangan dan terlambat kedatangan 51 penerbangan. Kelima Batik Air anak perusahaan Lion Air tercatat mengalami delay sebanyak delapan penerbangan. Keenam AirAsia tercatat delay empat penerbangan dari jadwal yang ditentukan.

Ketujuh AirAsia Extra maskapai yang berbasis di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali delay tiga penerbangan. Kedelapan maskapai Kalsatar di bawah Trigana yang mayoritas penerbangannya menuju daerah di Kalimantan delay dua penerbangan dan kesembilan Trigana Air tercatat hanya delay satu pernerbangan dari jadwal yang telah ditetapkan.

Bahkan Citilink, Selasa 5 Juli lalu beberpa kali delay dari Bandara Kualanamu, Deliserang, Sumatera Utara. Malah petugas boardingnya sempat jadi sasaran kemarahan penumpang karena pelayanan yang tidak memuaskan.

Seperti pesawat dengan nomor penerbangan QG 831 yang seharusnya terbang pukul 08.40 dari Lualanamu dan tiba di Soekarno-Hatta pukul 10.55 namun akhirnya terlambat hampir pukul 10.00 baru berangkat. Bahkan penerbangan Citilink yang lainnya ada yang delay hingga dua jam lebih sehingga penumpang marah-marah. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.