Terinspirasi Keteladanan Khadijah Binti Khuwailid, Lima Pengusaha Wanita Lahirkan Hatice Boutique

0
562

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Rumah mewah di bilangan kawasan Duta Niaga Tiga Pondok Indah, Jakarta, sepanjang hari itu dikunjungi banyak tamu terutama kaum hawa.

Mobil-mobil mewah diparkir rapi, motor dan taxi online juga terus menurunkan penumpang. Puluhan petugas berseragam mengatur lalu lintas kendaraan maupun orang di dalam Elliottii Residences itu sehingga dari satu acara ke acara lain yang di agendakan berjalan lancar apalagi puluhan pers nasional juga hadir.

Jumat pekan lalu (7/4), lima pengusaha wanita mempersembahkan boutique dengan konsep memberdayakan UMKM perempuan bernama Hatice Boutique, nama yang diambil dari bahasa Turki dari seorang pengusaha wanita yang disebut dalam Al-Quran, kitap suci umat Islam.

Dalam sebuah hadist, Anas Bin Malik ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda “ Cukuplah ( teladan) bagi kalian wanita terbaik di jagad raya ini yaitu Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad dan Aisyah istri Fir’aun “. ( HR. Tirmidzi).

“Nama Khadijah binti Khuwailid itulah yang kami abadikan menjadi nama butik ini. Dalam bahasa Turki Hatice itu adakah Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW,” kata Shobibah Rohmah atau yang akrab disapa Obib.

Istri dari Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrowi ini memiliki ketertarikan besar terhadap pengembangan dunia kepemudaan sehinga dia aktif ikut dalam berbagai organisasi kepemudaan.

Obib mengembangkan brand sendiri dalam bisnis fesyen dengan nama brand Hikmat. Produknya sudah dikenal diseluruh Indonesia. Kini dia bergabung bersama sahabatnya untuk mengembangkan Hatice dan membawa brand Hikmat dalam Hatice Boutique.

Kalau selama ini boutique adalah toko pakaian eksklusif yang menjual pakaian modern sesuai dengan mode mutakhir maka konsep itu juga yang dijalankan oleh Hatice namun fungsinya sekaligus mengangkat produk usaha mikro kecil menengah ( UMKM) lainnya untuk bersanding satu atap bersama di pasar kelas premium.

“Kalau melihat gaun-gaun yang kami pakai hari ini, itulah refleksi dari style mode yang kami tekuni. Obib dengan gaya feminin dan girly tapi tetap busana muslim yang sharii,” “tambah Obib.

Bersama empat sahabat lainnya, mereka sepakat berusaha dan beramal. Sahabatnya Mira tampilkan busana Sharri yang casual, Tia dengan gaya Bohemian style dan trendy untuk busana muslim sehari-hari dan Maya tawarkan busana modern bagi yang belum berhijab, jelasnya.

Maya Miranda Ambarsari atau akrab dipanggil Maya sang “nyonya’ rumah dari boutique Hatice ini adalah pengusaha wanita yang menjadikan Hatice juga menjadi rumah besar para UMKM wanita yang memiliki bisnis fashion, perhiasan dan pernak-pernik lainnya.

Dari kanan ke kiri ; Tiya, Obib, Mira dan Maya Miranda ( bawah). Empat dari lima pengusaha yang mendirikan Hatice Boutique. ( foto: doc. Mayamirandaambarsari.com)

“Kita tidak eksklusif membuat produk sendiri tetapi produk kaum wanita yang bagus tapi tidak memiliki akses dan jaringan pemasaran yang baik bisa kita fasilitasi tinggal hubungi Hatice Boutique saja,” kata Maya Miranda Ambarsari.

Dia mengaku persahabatan yang membawa berkah ini membawa Maya, Obib, Mirawati yang akrab di panggil Mira, Tiya Lukman Tanjung ( Tiya) dan Rustini Muhaimin Iskandar memiliki kesamaan visi dan misi dalam menjalankan bisnis ini.

“Khadijah itu istri Nabi Muhammad SAW, saudagar wanita, salah satu contoh wanita Islam yang menjalankan bisnis dengan lilahi ta’ala berangkat karena Allah. Oleh karena itu kami ingin bisnis yang dijalankan ini juga selalu berangkat karena Allah,” ujar Maya Miranda Ambarsari, yang aktif di berbagai organisasi wanita seperti IWAPI, PPLIPI dan lainnya.

Pendiri lembaga pendidikan gratis Rumah Belajar Miranda ini sukses menangani bisnisnya yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari bisnis pertambangan PT Merdeka Copper Gold Tbk; bisnis property PT Tritunggal Agung Propertindo; bisnis guest house Elliottii Residences hingga bisnis salon dan kecantikan Gorjes Hair and Beauty di Jl. Wolter Mongonsidi, Kebayoran Baru, Jakarta.

Pengusaha lainnya yang terlibat dalam proyek Hatice ini adalah Mirawati Basri yang ajrab disapa Mira, pengusaha wanita yang bergerak di bidang informasi teknlogi atau IT khususnya distribution network performance product di bawah bendera usaha Asiatech Integrasi.

Mira yang tahun lalu meraih penghargaan seperti EY Entrepreneurial Winning Wommen 2016 dan sejumlah penghargaan lainnya memegang prinsip bahwa bekerja adalah ibadah.

Dia aktif melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility yang diberi nama Asiatech Peduli dengan melakukan berbagai aktivitas sosial. “ Jadi jalinan persahabatan kami otomatis terikat karena kesamaan dalam visi-misi dari jiwa social entrepreneur karena kami masing-masing sudah menjalankan aktivitas sosial masing-masing,” kata Mira.

Kepedulian sosial pendiri Hatice lainnya , Tia Lukman Tanjung juga tidak tanggung -tanggung lewat Yayasan Islam Putra Tanjung yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan dan Keagamaan.

Diantara programnya adalah pemandian jenazah, mengkafani dan mengantar jenazah Ke pemakaman secara gratis untuk area Jakarta & sekitarnya.

Tiya merupakan seorang pengusaha di berbagai bidang mulai dari kuliner, IT dan properti. Saudara ipar pengusaha sukses Chairul Tanjung ini telah mengembangkan bisnisnya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri.

Tokoh pengusaha pendiri Hatice lainnya adalah Rustini Muhaimin Iskandar. Namun sayangnya saat peluncuran dia tidak bisa hadir. Istri dari Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar tidak dapat bergabung karena ada aktivitas lain yang harus diprioritaskannya.

Maklum Rustini aktif sebagai Ketua Penasihat Forum Silaturahmi Istri (FSI) Fraksi PKB dan aktif juga mengembangkan bisnis di bidang fesyen.

Untuk proses pemasaran, Hatice menggunakan dua metode yakni offline dan online. Untuk offline, Hatice memiliki dua gerai yakni di Kemang dan Pondok Indah. Dengan adanya toko offline, para pembeli bisa melihat langsung beragam koleksi fesyen yang dihadirkan Hatice.

“Kami juga membangun website sehingga masyarakat dunia bisa masuk ke website kami dan melihat produk Hatice. Selain itu, kami juga aktif mengikuti berbagai pameran baik di dalam maupun luar negeri,”tambah Obib.

Kelima pengusaha itu kini menghadirkan koleksi busana ready to wear dan selalu up to date dalam konsep butik sehingga koleksi yang dikeluarkan bersifat limited edition dengan tagline “I am the Fashion”, mengartikan bahwa perempuan harus berani menunjukan jati dirinya dengan setiap pakaian yang dikenakannya.

“Inilah kami dengan style mode masing-masing. Orientasi kami di Hatice bukan murni orientasi bisnis tapi sekaligus pemberdayaan umat terutama kaum wanita. Jadi membeli produk Fesyen Hatice kita membantu sesama wanita,”  kata Maya. ( Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.