Teknologi Digital Mampu Rubah Pemasaran Kampung Batik Laweyan

0
686
Kampung Batik Laweyan Solo (Foto: http://budidayabudaya.com)

SOLO, test.test.bisniswisata.co.id: Para pengusaha di Kampung Batik Laweyan didorong untuk memanfaatkan teknologi digital serta informasi untuk memasarkan produknya. Selama ini, kebanyakan perajin masih memasarkannya secara konvensional. Dengan teknologi digital bakal mampu merubah sistem pemasaran di kampung batik tradisional yang namanya sudah mendunia.

Pemerintah Kota Surakarta menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk untuk mewujudkan Laweyan sebagai kampung digital. “Saat ini penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan,” kata Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo, Jum’at 17 Juni 2016.

Menurut Purnomo, Kampung Batik Laweyan merupakan pusat ekonomi kreatif andalan di kota tersebut. Masyarakat di kampung tersebut masih terus melestarikan batik yang merupakan peninggalan kebudayaan. “Mereka merupakan perajin tradisional yang dituntut untuk terus berinovasi,” katanya

Salah satu inovasi yang harus dilakukan adalah pengembangan sistem pemasaran. Saat ini masih banyak perajin yang hanya mengadalkan pemasaran dari banyaknya turis yang berkunjung ke kampung tersebut.

Mereka harus bersaing dengan para pedagang batik dari daerah lain yang telah mengaplikasikan teknologi melalui jual beli online. Kampung Batik Laweyan harus didorong untuk melakukan hal serupa,” katanya.

Pihaknya sengaja menggandeng perusahaan telekomunikasi untuk bisa menyediakan sarana hingga pendampingan kepada para perajin. “Kami mencari pola kerjasama yang paling menguntungkan bagi para perajin,” katanya.

Koordinator Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan Alpha Pabela mengakui bahwa belum banyak perajin yang memanfaatkan teknologi dalam pemasarannya. “Kebanyakan masih mengandalkan turis,” katanya.

Penyebabnya, sebagian perajin masih mengadalkan manajemen tradisional dalam menjalankan bisnisnya. “Termasuk pemasarannya,” katanya. Penggunaan teknologi informasi memang sudah saatnya digunakan. “Namun butuh pendampingan dan pelatihan,” katanya.

Hanya saja, dia tetap merasa khawatir jika penggunaan perdagangan online itu bisa menyebabkan kunjungan wisata ke Laweyan menurun. “Pembeli cukup membeli melalui online,” katanya. Padahal, banyak potensi Laweyan yang layak dijual kepada wisatawan, seperti kesejarahan, arsitektur hingga workshop membatik.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Muhammad Awaludin mengatakan dalam kerjasama itu pihaknya menyediakan pendampingan hingga website yang bisa digunakan untuk para perajin dalam menjalankan bisnis online. “Para perajin cukup menanggung beaya transfer data,” katanya seperti diunduh laman tempo.co.

Rencananya, pendampingan itu akan dilakukan selama tiga bulan. Dia yakin waktu tiga bulan sudah cukup untuk memberikan pengetahuan bagi perajin mengenai dunia online. “Jika masih dirasa kurang bisa kami tambah,” katanya. (*/TMP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.