Dua Hotel Baru Semarakan Bisnis Perhotelan di Solo

0
3264
Pop Hotel Bali

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tauzia Hotel Management, Perusahaan jaringan operator hotel di Indonesia kini menyemarakan bisnis perhotelan di Solo, dengan membangun dua hotel sekaligus. Kali ini, operator hotel itu membangun hotel Harris dan Pop yang masing-masing membidik segmen menengah dan bujet.

Brand director Hotel Harris Tauzia Hotel Management, Christophe Glass mengatakan, kedua hotel itu bakal memiliki 300 kamar. Hotel yang terletak di depan Solo Center Point itu mulai dibangun pada awal pekan ini. Sedangkan pembukaan hotel ditargetkan pada kuartal pertama 2017.

“Harris dan Pop Hotel akan memberikan pilihan bagi para pebisnis maupun tamu-tamu yang memiliki kebutuhan untuk tinggal dalam jangka waktu yang cukup lama di Solo,” kata Christophe Glass, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (19/12/2014).

Dia menambahkan, saat ini Harris Hotels terdiri atas 17 hotel yang beroperasi di Jakarta, Bali, Batam, Sentul, Bandung, dan Malang. Selain itu, lanjutnya, ada 17 hotel yang akan dibuka sampai dengan akhir tahun 2017 di seluruh Indonesia.

Sebelumnya diberitakan bahwa sepanjang 2014-2016 Tauzia bakal kedatangan proyek hotel senilai Rp 6,3-7,8 triliun. Bakal ada tambahan12.224 kamar yang berasal dari 81 hotel dan tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Hotel yang dikembangkan mulai dari hotel bujet, bintang tiga, bintang empat, hingga bintang lima. Nilai investasi untuk tiap hotel berbeda-beda. Misal, untuk yang bintang lima seperti Preference dan Woldhotels investasi per kamar berkisar US$ 70 ribu hingga US$ 80 ribu. Investasi itu diluar harga tanah.

Sementara itu, untuk POP Hotel berkisar US$ 30.000-40.000 per kamar. Kemudian, Yello Hotel berkisar US$ 40.000-50.000 per kamar. Serta, Harris Hotel berkisar US$ 50.000-60.000 per kamar. Dengan asumsi nilai tukar Rp 12.166 per dolar AS total nilai proyek tersebut berkisar Rp 6,3-7,8 triliun.

Hotel yang digarap tersebut tersebar di 22 kota di Indonesia. Mayoritas hotel yang akan dibangun dan dioperasikan oleh kelompok Tauzia masih berada di Bali, yakni sebanyak 25 hotel atau 30,86 persen. Sedangkan dua kota terbesar lainnya adalah Jakarta, yakni 12 hotel (14,81 persen) dan Surabaya sebanyak 10 hotel (12,35 persen). Selebihnya tersebar di berbagai kota seperti Balikpapan, Bandung, Semarang, Lampung, hingga Luwuk, Sulawesi Tengah.

Dari segi segmen hotel yang dibidik, investasi tersebut mayoritas ada di segmen menengah, yakni Harris Hotel yang merangsek bintang tiga sebanyak 29 hotel atau sekitar 42,23 persen. Segmen kedua terbesar adalah kelompok hotel bujet, yakni Yello (18,07 persen) dan Pop (33,64 persen). Sedangkan untuk segmen hotel bintang lima, yakni Worldhotel dan Preference, masing-masing hanya 2,74 persen dan 3,32 persen.

Tauzia Hotel Management didirikan pada 2001 yang kini memiliki 108 hotel yang sudah beroperasi dan dalam taraf pembangunan. Hotel-hotel tersebut mencakup beberapa merek, yaitu Worldhotels (segmen luks), Préférence Hotels (charm hotels), HARRIS hotels (kelas menengah), YELLO Hotels (ekonomi), dan POP! Hotels (bujet). Selain jasa manajemen perhotelan, Tauzia juga menyediakan estate management dan jasa konsultasi. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.