Tarif Hotel di Indonesia Diproyeksikan Tertekan

0
521

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Suplai kamar hotel terus di Indonesia, grafiknya terus bergerak naik. Kondisi ini berdampak pada rate hotel di berbagai kota metropolitan hingga daerah yang diproyeksikan tertekan hingga akhir tahun ini.

Laporan STR menyebutkan terjadi kenaikan pasokan kamar hotel sebesar 4,9% selama setahun terakhir di Indonesia. Meski tingkat okupansi meningkat selama tiga kuartal terakhir, namun dalam periode yang sama average daily rate (ADR) justru mengalami penurunan. Okupansi tercatat tumbuh 5% menjadi 64,5% dalam setahun terakhir. Namun, ADR merosot 7,7% secara year-on-year menjadi Rp1,06 juta.

Dalam laporan STR menyebutkan peningkatan pasokan kamar hotel dan banyaknya pipeline proyek hotel dalam beberapa waktu kedepan menciptakan persaingan harga serta menekan ADR.

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengakui ketatnya kompetisi menarik customer karena jumlah kamar hotel terus naik. Kondisi itu diperburuk dengan turunnya tingkat permintaan yang disebabkan kebijakan pemerintah untuk mengurangi penyelenggaraan rapat di hotel.

Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan penghematan serta pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga senilai Rp50,01 triliun pada tahun ini. Langkah itu sudah diproyeksi bakal berdampak buruk bagi industri hotel nasional, terutama hotel-hotel di daerah yang bergantung pada acara-acara pemerintahan.

“Trennya sampai akhir tahun akan lebih rendah dari semester I/2016, tapi kemungkinannya tetap lebih baik atau sama dengan realisasi 2015,” ujar Hariyadi Sukamdani seperti dilansir laman Bisnis.com, Jumat (28/10/2016).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi per Desember 2015 mencapai 57,25% atau naik dari posisi tahun sebelumnya yang sekitar 50,13%.

Berbagai kebijakan pemerintah untuk menarik wisatawan lokal dan asing untuk melancong ke sejumlah daerah di Tanah Air disebut tidak terlalu terasa pengaruhnya. Hal ini disebabkan tidak sebandingnya tingkat pertumbuhan pasokan kamar hotel dengan tingkat permintaan yang ada.

Riset Cushman & Wakefield Indonesia beberapa waktu lalu juga menyebutkan tingkat hunian di semua segmen pasar hotel pada paruh pertama 2016 menyusut seiring dengan meningkatnya pasokan kamar. Tingkat okupansi hotel bintang 3, bintang 4, dan bintang 5 masing-masing terpang- kas ke level 54,7%, 57,9%, dan 51,1% secara year-on-year.

Adapun harga kamar rata-rata hingga akhir Juni 2016 secara total berada di level US$78,2 per malam. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi tahun lalu yang menyentuh US$80 per malam. Secara terpisah, riset Colliers International Indonesia yang diterbitkan awal bulan ini menyebut- kan ADR di Jakarta berada di level US$81,92 per malam pada kuartal III/2016. Posisi itu sedikit di ba wah realisasi kuartal sebelumnya yang sebesar US$82,65 permalam. (*/BI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.