Genjot Okupansi, Tarif Hotel di Bali Diturunkan

0
696

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: STR, perusahaan riset data perhotelan global melansir tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Bali tumbuh dua digit per Maret 2016. Tingkat okupansi hotel di Bali meningkat 12,2% menjadi 59,8%. Di sisi lain, tarif rata-rata harian atau average daily rate turun 7,1% menjadi Rp1,43 juta.

“Berdasarkan analisis kami, pemilik hotel menerapkan tarif yang lebih rendah untuk menggenjot okupansi,” tulis STR’s March 2016 Pipeline Report dalam laporan resminya, Selasa (26/04/2016).

STR mencatat, per kuartal I/2015, pemiik hotel mulai menaikkan tarif. Alhasil, okupansi justru melemah. Dengan menurunkan tarif, kinerja perhotelan di Bali justru mencatat peningkatan dari sisi pendapatan dari kamar yang tersedia atau revenue per available room (RevPAR).

Tingkat RevPAR hotel di Bali naik 4,3% menjadi Rp856.800. Kinerja hotel di Bali secara umum juga lebih baik dibandingkan dengan kinerja hotel di kawasan Asia Pasifik.

STR melansir, per Maret 2016 tingkat okupansi hotel di Asia Pasifik naik 1,7% menjadi 66,6%. Sementara itu, tarif rata-rata harian cenderung stagnan, turun 0,2% menjadi US$105,04. Adapun, RevPar mengaami kenaikan 1,5% menjadi US$69,93.

Asia Pasifik

Sementara hingga Maret 2016 pembangunan kamar hotel baru di Asia Pasifik tumbuh 8,7%. Total kamar hotel yang sedang dan akan dibangun mencapai 592.299 yang terdiri dari 2.558 proyek. Data tersebut merupakan gabungan dari jumlah kamar hotel yang tengah dibangun, dalam tahap perencanaan akhir, dan tahap perencanaan. Data tidak mencakup proyek-proyek yang tahapannya belum terkonfirmasi.

Jumlah kamar hotel yang sedang dibangun atau dalam tahap konstruksi mencapai 257.357 kamar. “Berdasarkan kelasnya, segmen upscale atas mencatat porsi terbesar, sebanyak 68.582 kamar atau 26,6%,” tulis STR.

Segmen lain yang juga mendominasi yakni segmen upper upscale dengan jumlah kamar yang tengah dalam tahap konstruksi sebanyak 57.855 kamar. Di sisi lain, total pasokan kamar hotel di Asia Pasifik mencapai 4.116.328 kamar. Dengan kata lain, pasokan mendatang diperkirakan akan mencapai 4.708.627 kamar. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.