Tarif Belum Diatur, Atraksi Gajah di Lampung Dihentikan

0
2844

LAMPUNG TIMUR, test.test.bisniswisata.co.id: Atraksi gajah di Pusat Konservasi satwa bagi wisatawan, terpaksa dihentikan bahkan ditutup aktifitasnya. Gara-gara tarif hiburan tersebut belum diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. Padahal minat wisatawan lokal, nasional bahkan internasional untuk menyaksikan atraksi gajak sangat melimpah.

“Alasan penutupannya itu, karena adanya edaran dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup agar atraksi dan hiburan gajah dihentikan. Memang, PP tersebut hanya mengatur tentang tarif masuk pengunjung dan tarif kendaraan, sementara tarif hiburan gajah belum diatur,” papar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur Dulhadi di Way Kambas, Lampung Timur, Kamis (23/7)

Dulhadi melanjutkan dengan belum diaturnya tarif hiburan gajah dalam PP tersebut, atraksi gajah di Way Kambas saat ini dihentikan. “Karena selama ini atau sebelumnya tarif hiburan menggunakan gajah itu belum masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP, sehingga hal itu kini dihentikan guna menghindari dugaan korupsi dan hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Penutupan dan penghentikan atraksi gajah ini, menyebabkan wisatawan yang ingin melihat atraksi gajah jinak terlatih di TNWK pada libur Lebaran 2015 dibuat kecewa, dan mengeluhkan ketiadaan atraksi yang menjadi tontonan menarik di objek wisata andalan Provinsi Lampung ini.

Sejumlah pengunjung di TNWK, Minggu (19/7), mengaku kecewa karena tidak bisa lagi menikmati hiburan berupa atraksi gajah jinak yang terlatih, termasuk tidak bisa lagi menaiki gajah jinak seperti sebelumnya.

Padahal ratusan hingga sekitar 1.000-an pengunjung hari Minggu usai Lebaran itu mendatangi TNWK. Para pengunjung yang berencana ingin memanfaatkan libur Lebaran hari ketiga dengan mengunjungi Pusat Konservasi Gajah (dulu Pusat Latihan Gajah) di TNWK pun harus kembali pulang.

Meski kecewa, sebagian pengunjung lain bertahan dan berjalan-jalan melihat beberapa gajah jinak yang diikat dengan rantai pada sebuah batang kayu di tengah areal objek wisata ini. Pengunjung sedikit terhibur oleh keberadaan beberapa satwa gajah itu dengan memanfaatkannya untuk berfoto-foto.

Purnomo (28), salah seorang wisatawan lokal yang datang bersama rombongan keluarganya mengaku kecewa, karena tidak dapat menyaksikan atraksi gajah jinak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Padahal, TNWK merupakan pilihan utama bagi warga Lampung Timur untuk dikunjungi setiap Lebaran,” jelasnya seperti dilansir laman Antaranews, Jumat (24/07/2015). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.