Tarif Batas Bawah Pesawat Kontraproduktif

0
708

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kebijakan penetapan tarif batas bawah pesawat oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan kontraproduktif dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencapai pertumbuhan tujuh persen hingga 2019. “Ada kebijakan yang mengecewakan dari menteri Pak Jokowi, seperti di sektor perhubungan udara,” kata Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf di Jakarta.

Dijelaskan, penetapan tarif batas bawah 40 persen dari tarif batas atas mengakibat tarif bawah terlalu tinggi. Sehingga kebijakan tersebut mengusir 10 persen pembeli tiket pesawat di Indonesia dari industri penerbangan.

“Pembeli tiket di Indonesia sudah 70 juta orang dengan penetapan itu (penetapan tarif batas bawah), pembeli tiket berkurang 10 persen, artinya pembeli tiket pesawat menjadi 63 juta,” katanya.

Dicontohkan, masyarakat yang biasanya dapat membeli tiket pesawat tujuan Surabaya seharga Rp 350.000, namun kini harus mengeluarkan uang hingga Rp 520.000 akibat aturan batas tarif bawah tersebut. Sehingga para konsumen tersebut beralih ke transportasi lainnya seperti kereta atau lainnya.

Dengan adanya penetapan tarif bawah itu, ujung-ujungnya perusahaan tidak ada inisiatif untuk melakukan efesiensi atau perbaikan ke dalam, seperti perbaikan manajemen dan lainnya agar tarif pesawatnya lebih murah.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena tarif bawahnya sudah dipatok harga tinggi, maka pihak penerbangan pun berpikir, untuk apa berusaha mengefisienkan biaya karena harga sudah dipatok tinggi.

Syarkawi mengungkapkan, jika tarif batas bawah adalah untuk melindungi perusahaan kecil, maka harus ada jangka waktunya. “Jangan perlindungan itu dilakukan terus menerus. Kemudian jangka waktunya pun harus diumumkan kepada publik oleh menteri,” tukasnya.

Pemberlakuan tarif batas bawah juga menghilangkan niatan operator pesawat untuk mengefesiensikan diri, karena tidak adanya kompetisi dari segi harga, tambahnya. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.