INACA Keberatan Tarif Baru Bandara

0
541

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: INDONESIA National Air Carriers Association (INACA) mengaku sudah menyampaikan keberatannya kepada DPR atas pemberlakuan sejumlah tarif baru di bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT). Penaikan tarif tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11/Tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada Kementerian Perhubungan.

“Kami sudah menyampaikan keberatan untuk aturan itu kepada Komisi V DPR beberapa waktu lalu. Dengan disampaikannya keberatan atas penaikan tarif di bandara UPT itu, kami mengharapkan agar DPR bisa menyuarakannya kepada pemerintah,” ujar Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto di Jakarta.

Dilanjutkan, langkah INACA dalam menindaklanjuti keberatan atas PP No.11/2015 tidak hanya berhenti sampai di situ. Hingga kini, INACA terus mempelajari setiap dasar hukum yang menjadi basis dari penyusunan PP tersebut.

“Kami kurang sepakat penaikan tarif itu karena jaminan atas level keselamatan dan kualitas pelayanan di bandara UPT pun masih dipertanyakan. Penaikan tarif juga tak hanya berlaku di perhubungan udara tetapi di semua sektor transportasi lainnya,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin mengungkapkan, penaikan tarif jasa di bandara UPT terlampau signifikan sehingga mempengaruhi biaya operasional secara keseluruhan. Seharusnya, penaikan tarif tersebut dilakukan secara bertahap.

“Maskapai kalang kabut karena cost prize-nya berubah lagi semua. Kalau biayanya naik sampai ratusan persen, pasti berat. Kalau sudah dikeluarkan PP-nya, ya mungkin presiden yang bisa mencabutnya. Kalau bisa dirubah, ya bagus,” kata Tengku seperti diunduh laman Beritasatu.com, Selasa (16/06/2015).

Dicontohkan, pada lampiran PP No.11/2015 disebutkan, pelayanan jasa penerbangan untuk item pelayanan jasa navigasi penerbangan terminal domestik yang diselenggarakan oleh unit penyelenggara bandar udara memiliki rincian tarif, yaitu precision approach service Rp 5.500/maximum take off weight, non precision approach Fp 10.000/maximum take off weight, dan flight information service Rp 50.000/ maximum take off weight.

Dan untuk penerbangan internasional rinciannya adalah precision approach service US$ 0,67/maximum take off weight, non precision approach US$ 1,21/maximum take off weight, dan flight information service US$ 6,06 /maximum take off weight.

Pada aturan sebelumnya yakni PP No. 6/2009 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP pada Departemen Perhubungan dinyatakan, pelayanan jasa penerbangan dalam negeri yang diselenggarakan oleh UPT sebesar Rp 875/route unit. Sedangkan untuk penerbangan luar negeri tarifnya US$ 0,65/route unit.***

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.