Target  jumlah SDM pariwisata RI yang memiliki sertifikasi kompetensi tak tercapai.

0
1002
SDM Pariwisata dinilai lebih siap hadapipasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 tapi jumlah mereka yang memiliki sertifikat kompetensi jumlahnya masih jauh dari target hingga akhir 2014.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan mengupayakan berbagai upaya untuk mengakselerasi sertifikasi kompetensi bagi sumber daya manusia (SDM) yang bergerak di sektor pariwisata. Jelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, jumlah SDM pariwisata yang sudah bersertifikasi masih jauh dari target.

“SDM kita jumlahnya jutaan yang harus tersertifikasi tahunini baru 28.627 yang tersertifikasi sedangkan target yang ditetapkan pada akhir 2014 sebanyak 50 ribu orang tenaga kerja pariwisata,” kata  Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Kemenpar I Gde Pitana di Jakarta pada Antara, hari ini.

“Kami akan menggelar seminar yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan terkait program akselerasi sertifikasi kompetensi di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Jakarta pada 4 Desember 2014,” tambahnya.

I Gde Pitana mengatakan percepatan untuk mengejar target semakin banyaknya SDM pariwisata yang tersertifikasi merupakan hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Sampai saat ini pihaknya mengakui gerakan sertifikasi kompetensi itu masih sangat lambat di Tanah Air.
Sejak 2007 hingga 2014, pihaknya telah melakukan program sertifikasi kepada sebanyak 64.127 tenaga kerja bidang pariwisata antara lain bidang hotel dan restoran, spa, biro perjalanan wisata, MICE, tour leader, jasa boga, maupun wisata minat khusus seperti arung jeram dan selam.

Dalam hal penetapan standar kompetensi, sejatinya sejak 1998 Indonesia menjadi “lead country” dalam pengembangan SDM Pariwisata ASEAN. Standar kompetensi SDM pariwisata tingkat ASEAN (ACCSTP) sebagian besar adalah standar yang diterapkan di Indonesia.

Selain itu Indonesia juga ditunjuk sebagai Regional Sekretariat yang memfasilitasi implementasi dari MRA (Mutual Recognition Arrangement/MRA) tenaga kerja profesional pariwisata di kawasan ASEAN. Upaya sertifikasi kompetensi SDM memang
membutuhkan waktu yang lama, bahkan negara-negara maju sekalipun termasuk Jepang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menyertifikasi sebagian SDM nya.

Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sumarna Abdurahman, mengatakan sumber daya manusia bidang pariwisata paling siap bersaing menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.

“Profesi bidang pariwisata yang paling siap bersaing, karena mereka punya lembaga sertifikasi yang mumpuni,” katanya di suatu seminar yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) belum lama ini.

Dia mengatakan sumber daya manusia (SDM) pariwisata baik di bidang perhotelan dan restoran sudah siap “go international”. Standar pengembangan sertifikasi yang diterapkan asosiasi pariwisata di dalam negeri bahkan menjadi acuan bagi asosiasi bisnis pariwisata di tingkat ASEAN.

“Asosiasi pariwisata kita menjadi leading dalam standar kompetensi profesi bidang pariwisata, ini perlu dicontoh asosiasi lainnya karena masih banyak asosiasi bisnis yang belum memiliki lembaga sertifikasi profesi antara lain bidang logistik dan angkutan udara.

Padahal, kata Sumarna Abdurahman, bidang logistik menjadi salah satu sektor yang diliberalisasi saat era MEA. Ada 12 sektor prioritas yang akan diliberalisasi saat pemberlakuan MEA oleh 10 negara ASEAN pada 2015. Dari 12 sektor tersebut, tujuh sektor produk dan lima sektor jasa. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.