Tahun 2020, Pariwisata Tempati Posisi Tertinggi Penyumbang Devisa

0
774
Turis Inggris keliling desa di Yogyakarta (foto: sigit kurniawan antara)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: DPR RI optimis tahun 2020 sektor pariwisata menempati urutan tertinggi penyumbang devisa negara dan penghasil lapangan kerja. Bahkan, sektor ini digadang-gadang akan melampaui sumbangan devisa dari sektor migas atau batubara.

“Berdasarkan data pendapatan devisa selama tiga tahun terakhir, seluruh sektor usaha mengalami penurunan dalam menyumbang devisa negara. Namun, justru ada peningkatan signifikan di sektor pariwisata,” papar Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa (14/06/2016).

Melihat potensi pariwisata Indonesia yang sangat menjanjikan, Riefky mengimbau kepada Kepala Daerah, terutama Gubernur, Bupati dan Walikota, dalam mengambil kebijakan politik anggaran daerah untuk lebih mempertimbangkan tentang pengembangan potensi pariwisata.

“Kalau memang kebijakan politik anggaran di daerah bisa berpihak pada sektor pariwisata, seperti yang saat ini kita lakukan di pusat, itu tidak menutup kemungkinan, atau mempunyai peluang yang sangat besar, sektor pariwisata akn menambah pendapatan asli daerah dan akan membuka lapangan kerja yang signifikan,” lontarnya.

Politisi F-PD itu menambahkan, tren di Pemerintah Pusat saat ini tidak lagi pada eksploitasi batubara atau minyak bumi. Namun, lebih mengoptimalkan dan memberdayakan dari potensi pariwisata. Pariwisata yang bisa dikembangkan diantaranya pariwisata alam, wisata sejarah, dan religi.

Politisi asal dapil Aceh ini menilai, selama ini Pemerintah Daerah menempatkan alokasi anggaran pariwisata di urutan terbawah. Hal ini dinilainya tidak sesuai dengan tren nasional. “Kalau daerah ingin cepat membuka lapangan pekerjaan baru, dan cepat meningkatkan pendapatan asli daerah, trennya pengembangan pariwisata,” saran Riefky.

Pemerintah mentargetkan kontribusi sektor pariwitasa terhadap PDB nasional setidaknya 13 persen pada tahun 2017, dan minimal 15 persen pada tahun 2019. Tahun mendatang, ditargetkan sektor pariwisata menghasilkan devisa sebesar Rp 200 triliun, dan 280 triliun pada tahun 2019. (*/END)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.