Syar’i for Urban, Fesyen Show Tunggal Merry Pramono

0
1280
Fesyen Show busana muslim Merry Pramono (Foto: CNNindonesia.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PERTAMA kalinya, desainer busana muslim ternama Indonesia, Merry Pramono, menggelar peragaan busana (fesyen show) tunggal bertemakan Syar’i for Urban.

Kali ini, Merry mengangkat brand lini keduanya, Si.Se.Sa (merek fashion yang dibangun Merry bersama tiga orang anaknya, Sansa, Senaz, dan Siriz). Sebanyak 61 busana ditampilkan dalam fesyen show tersebut.

Menurut Merry, tema tersebut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan para pecinta busana muslim di kota besar akan busana yang tertutup yang chic, classy, dan bergaya.

“Tema tersebut terinspirasi dari pengalaman ketiga putri saya yang menggenakan busana syar’i dalam keseharian sebagai wanita urban. Koleksi tersebut merupakan koleksi ready to wear. Dengan harga mulai dari Rp 500.000,” kata Merry.

Fesyen show tersebut terbagi menjadi 7 babak, yang dimulai dengan menampilkan koleksi serba polos, hingga koleksi busana Syar’i yang dibubuhkan aksen bling-bling swarovski.

Seluruh koleksi tersebut menggunakan warna-warna pastel yang entangnya lebar, mulai dari merah muda, jigga, kuning, hijau, biru, krem, nila, hingga ungu.

Tiap busana yang dikeluarkan pun hanya terdiri dari dua bagian. Busana bagian dalam berupa terusan panjang berpotongn flare atau abaya, dan khimar, yaitu kerudung panjang yang menjadi bagian terpenting dalam berbusana Syar’i. Uniknya, Khirmar tersebut dibubuhi berraman detail yang menarik, seperti bordir, payet, hingga taburan kristal swarosvski.

Dalam fashion show tersebut tampil pula sederetan selebriti Indonesia yang menjadi pelanggan setia Si. Se. Sa yang anggun membawakan koleksi tersebut di atas panggung. Mereka adalah Annisa Trihapsari, Poppy Bunga, ZeeZee Shahab, Eksanti, Umi Pipik Uje, Cindy Fatika Sari, Sarah Vi, dan Safira Meyda.

Awalnya, Si.Se.Sa. merupakan proyek buatan Merry Pramono dengan menggandeng ketiga anaknya yang telah berhenti bekerja sejak menikah.

Si.Se.Sa. semula menghasilkan pakaian muslim konvensional pada umumnya dengan kekhasan dari masing-masing anak Merry. Siriz dikenal senang dengan gayanya yang formal, Senaz yang girly, dan Sansa yang sporty.

Dalam koleksi pertama mereka di Indonesia Fashion Week 2013, Si.Se.Sa pun mendapat sambutan meriah. Selepas gelaran pameran busana mereka, banjir pesanan pun seakan tak terhalau.

Sejak saat itulah, mereka berfokus pada pakaian yang sesuai syariat Islam yang mengharuskan muslimah menggunakan pakaian yang tertutup, tidak menerawang, dan tidak membentuk lekuk tubuh

Sejak diperkenalkan pada 2013, baru tahun 2016 Si.Se.Sa. menyelenggarakan pagelaran tunggal. Dalam pagelaran yang dilangsungkan dengan mengundang para sosialita pelanggan setia mereka, Si.Se.Sa memamerkan seluruh koleksinya mulai dari awal hingga yang terbaru bekerja sama dengan label perhiasan dunia, Swarovski.

Walau tetap mengutamakan aturan Islam sebagai garis merah busana-busana yang mereka desain, namun Si.Se.Sa. mencoba menampilkan nuansa berbeda dari penggunaan pakaian syari yang identik dengan kaku itu.

Mengusung tema Syar’i for Urban, Si.Se.Sa. mencoba menawarkan ide berpakaian sesuai tuntunan Islam namun tetap dapat dikenakan dalam aktivitas masyarakat urban yang padat.

Dalam koleksinya, Si.Se.Sa. memang keseluruhan menggunakan warna pastel yang membuat kesan lembut, chic, serta ‘adem’. Si.Se.Sa menggunakan pilihan warna seperti merah muda, jingga, kuning, hijau, biru, krem, nila, hingga ungu.

Penggunaan warna pastel ini memang bertolak belakang dengan imej Merry Pramono yang dahulu kerap menggunakan warna solid yang terang. Merry tampaknya benar-benar ‘berhijrah’ dari koleksinya terdahulu.

Keseluruhan koleksi Si.Se.Sa. kali ini menggunakan bahan sifon yang jatuh. Penggunaan bahan ini agar dapat menampilkan busana yang anggun ketika wanita bergerak. Selain sifon, Si.Se.Sa juga menggunakan bahan scuba atau neoprene yang punya keunggulan antikusut.

Secara sekilas memang tidak ada beda bentuk dan desain potongan pakaian koleksi Si.Se.Sa. satu dengan yang lainnya. Tapi kolaborasi ibu dan anak itu tetap bermain dengan kreasi pada bagian motif bordir di khimar, hiasan pernak-pernik di bagian kepala, lipatan kain dan juga model lipat dari khimar.

Meski bentuk khimar tetap sama, yaitu lebar dan panjang, tetapi Si.Se.Sa coba menawarkan alternatif lipatan ujung khimar agar terlihat berbeda.

Motif bunga menjadi pilihan yang digunakan Si.Se.Sa. dalam koleksinya, baik dalam ukuran yang kecil pada abaya, hingga cukup jelas terlihat pada khimar. Bagi yang tidak ingin terlalu bermain motif dan sederhana, pilihan yang ditawarkan Si.Se.Sa akan sangat cocok.

Si.Se.Sa juga memperlihatkan satu gaun pengantin putih dengan tetap menggunakan khimar. Dengan sedikit memodifikasi bentuk dari abaya, Si.Se.Sa menambah taraf keanggunan model pakaian itu dengan lapisan-lapisan kain pada bagian bawah dan taburan kristal yang tersusun berbaris yang ketika terkena cahaya akan berkilau.

Kali ini, Si.Se.Sa juga mengenalkan penggunaan kristal Swarovski dalam koleksinya. Namun bukan kristal yang besar dan glamor, Si.Se.Sa menyempilkan kristal mungil itu pada beberapa titik di karyanya. Seperti pada motif di kepala, beberapa titik di tepi khimar, serta pada simpul lipatan khimar.

Meski sedikit, efek ‘bling-bling’ Swarovski memang terlihat menaikkan derajat harga dan galmor dari khimar Si.Se.Sa. yang sering digunakan oleh para sosialita ibu kota. (*/bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here