Sumsel Gencar Incar Wisatawan Tiongkok

0
926
Pagoda di Pulau Komoro Sumsel (foto: http://nationalgeographic.co.id)

PALEMBANG, test.test.bisniswisata.co.id: WISATAWAN asal Tiongkok kini menjadi sasaran incaran beberapa daerah di Indonesia. Sumatera Selatan (Sumsel) juga ikut membidik. Alasannya, memiliki kedekatan dari sisi sejarah dengan ditandai adanya beberapa lokasi wisata berlatar budaya negara Tirai Bambu.

“Strategi pemasaran kita perkuat dengan menggandeng biro perjalanan. Bahkan, berkunjung langsung ke kedutaan Tiongkok. Melalui mereka akan ditawarkan beragam paket wisata, terutama yang memiliki kedekatan dengan warga Tiongkok yang ada di Sumsel,” lontar Irene Camalyn, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, di Palembang, Jumat (30/10/2015).

Sejak awal tahun 2015, lanjut dia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel gencar menggelar kegiatan di dalam dan luar negeri untuk mempromosikan wisata jalur sutra perjalanan Laksamana Cheng Ho. “Beragam kegiatan internasional yang sering diselenggarakan di Palembang menjadi salah satu cara mempromosikan pariwisata Sumsel,” katanya.

Disbudpar juga aktif mengunjungi kedutaan dan biro perjalanan untuk menginformasikan mengenai paket wisata.”Ini strategi kami di bidang pemasaran. Mengingat, tahun 2015, Sumsel menargetkan jumlah wisatawan Tiongkok naik hanya 10 persen pada 2015, memang masih ada kendala infrastruktur dan beragam fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Meski hanya menargetkan tumbuh 10 persen dari tahun lalu atau naik dari 8.000 orang per tahun menjadi 8.800 orang pada 2015, tapi Provinsi Sumatera Selatan fokus membidik wisatawan asal Tiongkok ini.

“Hampir seluruh negara di Asia membidik wisatawan asal Tiongkok karena ada sekitar 100 juta orang penduduknya yang berpergian dalam satu tahun. Palembang sendiri sebagai kota yang dalam sejarah sempat disinggahi Laksamana Cheng Ho hingga tiga kali tentunya tidak mau membuang kesempatan ini,” kata Irene.

Kota Palembang memiliki sejumlah potensi wisata, yakni wisata religi, wisata kuliner, wisata belanja, wisata sejarah/heritage, ucapnya seperti dikutip laman Antaranews.

Dikatakan, untuk wisata religi, Pulau Kemaro selalu dipadati ribuan warga keturunan Tionghoa untuk merayakan imlek karena terdapat Klenteng Hok Tjing Rio dan berkembangnya legenda cari jodoh.

Saat ini, wisatawan berkunjung ke Indonesia sekitar 35 persen tertarik terhadap faktor alam, seperti ekologi dan kelautan. Sekitar 60 persen tertarik kuliner, religi, dan sejarah, sementara peminat wisata buatan seperti pertunjukan dan beragam pameran hanya lima persen.

Sementara ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumsel sekitar tiga juta jiwa per tahun, sedangkan tahun ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel menargetkan meningkat pesat hingga menembus lima juta orang. (*/end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here